SOFIFI, iT- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara (Malut), Irjen Polisi Waris Agono, memimpin kegiatan penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah panitia serta peserta dalam penerimaan terpadu anggota Polri tahun anggaran 2026 Panda Polda Malut.
Penandatanganan pakta integritas itu berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbut) Provinsi Maluku Utara, pada Selasa (31/3). Kapolda didampingi Wakapolda Maluku Utara Brigjen Polisi Stephen M. Napiun serta dihadiri para pejabat utama Polda, panitia seleksi, perwakilan calon siswa (Casis) dan orang tua/wali.
Kapolda menyampaikan, penerimaan anggota Polri merupakan bagian dari fungsi penyediaan personel melalui tahapan seleksi yang ketat guna menghasilkan anggota yang berkualitas, profesional, dan berintegritas.
Jenderal bintang dua itu menegaskan, untuk mewujudkan proses yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH), panitia daerah bersama orang tua/wali serta calon peserta menyatakan komitmen melalui pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas pada penerimaan terpadu anggota Polri tahun 2026 di Panda Polda Maluku Utara.
“Komitmen tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sumber daya manusia Polri yang unggul, sekaligus memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa seluruh proses seleksi dilaksanakan secara objektif, transparan, serta bebas dari praktik kecurangan,” ucapnya.
Mantan Wakapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) itu menekankan, keberhasilan proses seleksi membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak, baik peserta, orang tua/wali, panitia, maupun pengawas internal dan eksternal. Agar prinsip BETAH benar-benar diterapkan dalam setiap tahapan seleksi.
“Proses seleksi ini diawasi secara ketat oleh pengawas internal Polri yakni, Itwasda dan Bidpropam serta melibatkan pengawas eksternal dari berbagai instansi terkait di wilayah Maluku Utara,” katanya.
Sebagai Ketua Panda, Kapolda memberikan sejumlah penegasan kepada seluruh pihak yang terlibat. Panitia diminta melaksanakan seleksi secara transparan dan akuntabel serta memegang teguh sumpah yang telah diucapkan. Selain itu, orang tua/wali diminta memberikan kepercayaan penuh kepada proses seleksi dan tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan cara tidak sah.
“Para peserta juga diimbau untuk percaya pada kemampuan diri sendiri. Sementara itu, pengawas diharapkan menjalankan tugas secara profesional dan objektif,” harapnya.
Orang nomor satu Polda Maluku Utara juga menegaskan, akan menindak tegas siapa pun yang terbukti melanggar ketentuan dalam proses seleksi tersebut..
“Saya ingatkan panitia di tingkat Polres jajaran agar lebih teliti dalam pelaksanaan proses administrasi dan verifikasi, guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan,” ucap menutup.(red).
















