Opini  

Jangan Merasa Rugi karena Berbuat Baik

Nurfahni Abdullah, Mahasiswa pasca Sarjana IAIN Ternate
banner 120x600

Berbuat baik merupakan akhlak mahmudah. Ada banyak macam perbuatan baik, namun yang terpenting adalah bagaimana menerapkan akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Banyak orang yang berbuat baik, namun apakah baiknya itu ikhlas atau hanya terpaksa bisa juga karena ingin dipuji dan lainnya. Sebenarnya kalau tentang ikhlas, terpaksa, atau ingin dipuji semuanya tergantung pada niat anda masing-masing.

Kadang dalam kehidupan sehari-hari, anda mendapati orang lain atau jangan dulu ke orang lain, contoh dekatnya adalah diri anda sendiri. Pernah tidak anda berbuat baik kepada seseorang, namun orang tersebut di kemudian hari membuat anda merasa sakit hati, sedih atau bahkan sampai marah. Di saat seperti itu, apakah anda mencoba mengingat atau mengungkit kebaikan anda ? Disinilah ujiannya, apakah kebaikan yang pernah dilakukan itu adalah benar-benar Ikhlas ? Saya pun merasakan hal yang demikian. Kalau begitu, buanglah jauh-jauh sifat yang seperti itu. Orang yang berbuat jahat sekalipun, seketika itu pula otaknya tidak mungkin berbohong ia tahu dan jujur bahwa sebenarnya apa yang dilakukan itu adalah hal buruk, hal yang salah.

‎Berbuat baik kepada orang lain, esensi kebaikan yang dilakukan itu adalah untuk diri sendiri. Karena kebaikan itu ibarat apabila banyak menanam maka akan banyak pula memanen. Kebaikan itu akan selalu mengalir dalam kehidupan. Kebaikan itu haruslah membuat kita merasa tenang bukan merasa rugi atau pun menyesal. Firman Allah Swt.


‎هَلْ جَزَآءُ الْاِ حْسَا نِ اِلَّا الْاِ حْسَا نُ ۚ

‎”Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).” ‎(QS. 55:60)

‎Dalam redaksi ayat tersebut terdapat dua kebaikan yang maknanya berbeda. Makna yang pertama berarti perbuatan yang baik dan yang kedua adalah penganugerahan atau balasan yang baik dalam (kenikmatan surgawi). Demikian menurut M. Quraish Shihab dalam tafsirnya. ‎Segala kebaikan yang telah Anda lakukan pada orang orang lain, jangan pernah merasa rugi dan menyesal karena segala kebaikan yang telah dilakukan semuanya ada balasannya dari Allah Swt., tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan itu pula. Selain itu, jangan pernah menganggap bahwa kebaikan yang telah dilakukan adalah sia-sia. Dalam Al-Qur’an Allah Swt. berfirman yaitu:

‎فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَا لَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗ ۗ

‎وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَا لَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

‎”Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”(QS. 99: 7-8)

‎Itulah balasan amal dari masing-masing orang, siapa yang beramal baik akan menerima balasan walaupun hanya sekecil apa pun itu. Sebaliknya siapa yang beramal jahat maka akan menerima balasannya.

‎Maka dari itu, jangan pernah merasa rugi berbuat baik. Teruslah berbuat baik dan mendoakan kebaikan untuk orang lain. Karena semua itu ada balasannya. Jangan menunda-nunda berbuat baik, berbuatlah dengan ikhlas ! Banyak orang yang berbuat baik tapi tak sedikit yang ikhlas. Berbuat baik dengan ikhlas akan mendatangkan ketenangan bagi jiwa. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *