Hukrim  

Monitoring di Gereja El-Shadai, Wakapolda Malut Ingatkan Jati Diri dan Iman

Wakapolda Malut, Brigjen Pol. Stephen M Napiun, telah melaksanakan monitoring persiapan Natal dan Tahun Baru di Gereja El-Shadai. (Istimewa)
banner 120x600

SOFIFI, iT – Wakapolda Maluku Utara (Malut), Brigjen Pol. Stephen M Napiun, telah melaksanakan monitoring persiapan Natal dan Tahun Baru di Gereja El-Shadai, yang berlokasi di Galala, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, pada Rabu (17/12) lalu. Kegiatan monitoring ini dengan tema, Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga.

Dalam monitoring ini pun sekaligus dilakukan penyerahan Sembako secara simbolis kepada pendeta, Seni salendapen S. Hg, yang diselenggarakan oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Maluku Utara.


Wakapolda Malut, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, dalam sambutannya mengatakan dirinya merasa bangga dan bernostalgia berada di Gereja El-Shadai, karena mengingatkan dirinya pada masa lalu serta kenangan akan semangat muda yang ada. ​

“Saya juga ingin menyapa para senior, adik-adik yang telah hadir. Terima kasih atas dedikasinya mendampingi adik-adik kita. Kehadiran bapak atau Ibu adalah bukti bahwa regenerasi dan bimbingan tidak boleh putus,” ungkap Kapolda.

Sebagai Wakapolda, Brigjen Stephen memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) di Malut tetap kondusif. Tetapi Polisi tidak bisa bekerja sendiri, ​adik-adik kader sekalian adalah mitra strategis kami (Polisi).

Karena lanjut Wakapolda, keamanan bukan hanya soal penegakan hukum, tapi soal bagaimana kita membangun karakter bangsa. Makanya, kami mengajak adik-adik untuk menjadi agen penyejuk ditengah masyarakat, terutama dalam menangkal berita bohong atau hoax dan menjaga toleransi di bumi Moloku Kie Raha.

“Tema kita ini sangat luar biasa, jadi berubahlah dan temukanlah, sebagai sesama umat Kristiani, saya teringat pada pesan dalam kitab Matius 6:31-33. Jangan Khwatir, kita sering khawatir tentang apa yang hendak kita makan atau pakai, namun firman Tuhan mengingatkan kita untuk mencari dahulu kerajaan Allah,” tuturnya.

“Transformasi diri, berubahlah untuk berarti memiliki perubahan pola pikir. Sebelum kita mengubah dunia atau mengubah Maluku Utara, ubahlah diri kita sendiri menjadi pribadi yang lebih berintegritas. Jika adik-adik mampu menemukan jati diri dan iman yang kuat, maka kekhawatiran akan masa depan hilang, dan adik-adik akan menjadi pemimpin yang takut akan Tuhan,” sambungnya mengakhiri. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *