Hukrim  

Tekan Angka Kecelakaan, Inovasi Polantas Antar-Sekolah Resmi Diluncurkan Ditlantas Polda Maluku Utara

Direktur Lalu Lintas Polda Maluku Utara, Kombes Polisi Doni Hermawan.(Dok.Ridwan Hi Hasan).
banner 120x600

SOFIFI, iT- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Maluku Utara (Malut), menggagas inovasi baru dengan nama BUS PAS (Polantas Antar Sekolah) sebagai wujud kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa hingga menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Inovasi baru Polantas Antar Sekolah itu digagas langsung Direktur Lalu Lintas Polda Maluku Utara, Kombes Polisi Doni Hermawan, resmi diluncurkan/launching bertepatan dengan syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tahun 2026 di Mapolda Maluku Utara, Sofifi pada Selasa (22/9).


Dirlantas menyatakan, inovasi atau program BUS PAS ini dibuat untuk mengurangi risiko atau menekan angka kecelakan lalu lintas di jalan raya. Apalagi pelajar yang masih di bawa umur belum saatnya membawa motor sepeda motor.

“Sehingga, program ini menjadi salah satu upaya alternatif transportasi bagi pelajar. Jadi mereka tidak harus mengendarai sepeda motor sendiri menuju sekolah,” ucapnya.

‎Ia menjelaskan, program BUS PAS untuk sementara dilaksanakan di Kota Ternate. Namun, Dirlantas berharap ini bisa diterapkan diwilayah lain di Provinsi Maluku Utara.

Lanjutnya, pelaksanaannya pun tidak harus selalu menggunakan bus khusus. Kendaraan patroli Kepolisian yang sedang melaksanakan tugas dapat dimanfaatkan untuk membantu mengantar pelajar apabila memungkinkan.

“Program antar anak sekolah ini bukan hanya program dari polisi saja. Bukan program Polda saja. Bukan program Ditlantas saja. Tapi program semua, gerakan antar anak sekolah,” tuturnya.

‎Doni juga meminta pihak sekolah ikut mengambil peran dengan membuat aturan internal yang mendukung keselamatan siswa. Termasuk mencegah pelajar yang belum memenuhi ketentuan usia membawa sepeda motor ke sekolah.

‎“Polisi melarang bukan karena kita benci. Tapi kita melarang sebenarnya karena kita sayang. Kita sayang masyarakat Maluku Utara. Kita sayang anak-anak kita,” ujarnya.

Mantan Wakil Direktur (Wadir) Lalu Lintas (Lantas) Polda Metro Jaya itu menyampaikan, kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk membangun gerakan bersama dalam melindungi generasi muda dari risiko kecelakaan di jalan.

‎“Satu nyawa sangat berharga bagi kita semua untuk kita selamatkan. Jangan sampai ada lagi korban sia-sia, karena kecelakaan lalu lintas di jalan. Kalau sayang terhadap anak-anak kita. Sayang terhadap generasi masa depan bangsa. Maka kita harus bisa menjaga mereka tidak menjadi korban sia-sia di jalan,” tegas mengakhiri.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *