Daerah  

BWS Tegaskan Pekerjaan Sabo Dam di Rua Sesuai Spesifikasi Teknis

Balai Wilayah Suangai Maluku Utara. (Dok.istimewa).
banner 120x600

TERNATE, iT- Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara (Malut), menegaskan pekerjaan pembangunan Sabo Dam di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai II selaku penanggung jawab kegiatan, Irwan Mohamad menegaskan, bahwa pembangunan Sabo Dam di Kelurahan Rua telah dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak.

“Seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan konstruksi, mengacu pada desain yang telah ditetapkan serta ketentuan teknis yang berlaku,” jelasnya, Kamis (23/4).

Selain itu, lanjutnya, kegiatan tersebut juga telah melalui proses review oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), dengan hasil yang menyatakan bahwa pekerjaan memenuhi standar yang dipersyaratkan. Kata dia, adapun beberapa catatan yang muncul dalam proses tersebut bersifat administratif dan teknis minor, serta telah ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

“Terkait adanya kondisi gerusan pada bagian talud sungai yang menjadi perhatian publik, PPK Sungai dan Pantai II menjelaskan bahwa hal tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan pekerjaan,” tuturnya.

“Oleh karena itu, segala bentuk perbaikan menjadi tanggung jawab penyedia jasa, sesuai dengan ketentuan kontrak dan mekanisme defect liability period yang berlaku,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Muhammad Yunus menjelaskan, bahwa pembangunan Sabo Dam di Rua memiliki fungsi strategis sebagai bangunan pengendali sedimen dan pengurang energi aliran, khususnya dalam menghadapi potensi banjir bandang berulang yang membawa material debris dari hulu.

Menurutnya, secara teknis, Sabo Dam dirancang untuk menahan, mengendapkan, dan mengontrol pergerakan sedimen sehingga dapat mengurangi risiko kerusakan di kawasan hilir serta memberikan perlindungan bagi masyarakat di sekitarnya.

“Dengan keberadaan bangunan ini, diharapkan dampak bencana hidrologi dapat diminimalkan, sekaligus meningkatkan tingkat keamanan dan ketahanan wilayah terhadap kejadian ekstrem di masa mendatang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pekerjaan Sabo Dam ini dengan nilai sebesar Rp 42,3 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum yang dikerjakan oleh, PT Bukaka Pasir Indah. Pekerjaan ini mulai dibangun awal tahun 2025, sesuai masa kontrak berakhir 31 Desember (2025). Pembangunan sebagai respons cepat pemerintah dalam menangani musibah banjir lahar dingin, yang melanda Kelurahan Rua pada 25 Agustus 2024, merenggut 19 korban jiwa, serta mengakibatkan sejumlah rumah rusak berat hingga hilang tersapu banjir yang membawa material batuan. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *