MOROTAI, iT- Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara (Malut) bersama PT PP (Persero) Tbk bergerak cepat melakukan penanganan kerusakan tanggul bendung Sangowo, pascabanjir akibat curah hujan tinggi sepekan terakhir di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.
Curah hujang tinggi yang terjadi banjir dan menyebabkan limpasan air dari kawasan bendung ke area perkebunan warga. Akibatnya, 17 pohon kelapa milik masyarakat dilaporkan mengalami kerusakan akibat genangan dan aliran air yang meluap.
Selain berdampak pada lahan perkebunan, tingginya debit air juga mengakibatkan kerusakan pada tanggul tanah di sisi kiri Bendung Sangowo. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, kerusakan terjadi sepanjang kurang lebih 20 meter akibat erosi yang dipicu debit air melampaui kapasitas aliran normal.
Menindaklanjuti hal tersebut, tim BWS Maluku Utara melalui PPK Irigasi dan Rawa, Muchlis Masud bersama rekanan pihak PT PP langsung turun ke lapangan melakukan inventarisasi dan identifikasi tingkat kerusakan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
Muhclis menyampaikan, sebagai upaya pemulihan pasca banjir, BWS Maluku Utara dan penyedia jasa telah menyiapkan pekerjaan perbaikan pada area timbunan tanah yang rusak.
“Sebagai langkah mitigasi guna mengurangi resiko kerusakan lebih lanjut apabila terjadi banjir susulan dilakukan pemasangan geobag” ucapnya, Minggu (14/6).
Ia menyatakan, untuk pekerjaan perbaikan bendung Sangowo masih menjadi tanggung jawab rekanan, karena masih dalam masa pemeliharaan.
“PT PP pun menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan agar fungsi bendung kembali optimal dan aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai informasi, hingga saat ini pekerjaan telah memasuki tahap awal berupa pembersihan area terdampak dan pengukuran lokasi kerusakan. Satu unit excavator telah dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan material banjir sekaligus melakukan penanganan awal pada bagian tanggul yang mengalami kerusakan.(red).
















