Daerah  

Kayu untuk Proyek Bronjong BWS Tidak Asal-asalan, Warga: Menunjang Biaya Kuliah Anak

Nayo selaku warga yang mengambil kayu untuk proyek bronjong.(Dok.istimewa).
banner 120x600

JAILOLO, iT- Masyarakat menegaskan pengambilan kayu untuk proyek atau pekerjaan bronjong di wilayah Kecamatan Ibu dan sekitarnya di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) tidak asal-asal dan tidak mau mengambil resiko.

Pekerjaan bronjong itu dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, di wilayah terdampak pasca bencana banjir di Kecamatan Ibu dan sekitarnya, Kabupaten Halmahera Barat beberapa waktu lalu.

Nayo selaku warga setempat menyampaikan, dirinya bersama beberapa rekan dipercayakan mengambil kayu untuk pekerjaan bronjong.

“Ada dua jenis kayu yang kita ambil. Kayu sigigi dan gigi tipi (bahasa lokal). Torang ambil kayu itu untuk kebutuhan torang samua. Jadi torang (kami) ambil kayu itu juga tidak asal-asalan. Ambil kayu itu juga kayu keras. Torang (kami) tara (tidak) mungkin ambil kayu yang lombo (lembek),” katanya, Rabu (10/6).

“Kalau ada yang sampaikan kayu tidak sesuai itu kayu apa? Karena setahu saya kayu ada berapa jenis, tapi kayu itu keras semua yang biasa kita juga pakai (gunakan),” sambungnya.

Ia menegaskan, pihaknya juga tidak mau ambil resiko dengan mengambil jenis kayu yang tidak sesuai. Apalagi, kayu itu nanti digunakan untuk pekerjaan bronjong yang melindungi masyarakat.

“Saya juga tidak mau ambil kayu yang lombo (lembek), karena saya tahu persis mau bikin (buat) bronjong. Berarti perlindungan, jadi saya tidak mau ambil kayu yang lombo-lombo,” tuturnya.

Kata dia, untuk pengambilan kayu itu berdasarkan permintaan yang penting bukan kayu putih. Karena orang tahu ada kayu putih keras dan lombo.

“Ambil kayu putih tapi yang keras, karena untuk pakai di bronjong. Untuk ekonomi sehari-hari sangat membantu adanya proyek/pekerjaan ini, kalau ekonomi ada berubah,” ucapnya.

Menurutnya, manfaat pekerjaan bronjong ini untuk kita semua masyarakat sekitar pasca bencana banjir beberapa waktu lalu.

“Untuk kendala selama ini tidak ada terkait dengan pengambilan kayu,” paparnya.

Sementara rekannya, Peris juga menyatakan, kayu yang diambil itu kayu keras semua.

“Jadi isu terkait pengambilan kayu tidak sesuai itu tidak benar. Buat daerah sendiri kong tong ambil kayu lombo tara masuk akal itu, pasti ambil yang kuat,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran proyek pekerjaan bronjong ini sangat membantu ekonomi masyarakat

“Sangat membantu untuk anak sekolah. Kasih pekerjaan itu ke saya bisa membantu biaya anak saya kuliah. Sangat menunjang sekali. Kebutulan waktu itu tidak ada uang sama sekali,” cetusnya.

“Tiba-tiba ada dapat pekerjaan itu sangat bersyukur sekali. Sangat menunjung biaya kuliah anak saya. Harapannya, muda-mudahan ada tambahan kayu kalau masih ada,” sambung mengakhiri.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *