Hukrim  

Kodam XV/Pattimura Menerima Penyerahan Sukarela 75 Pucuk Senjata Api hingga Bahan Peledak dari Masyarakat

Pangdam XV/Pattimura Mayor Jenderal TNI Dody Triwinarto dan Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, saat menunjukan barang bukti.(Dok.istimewa).
banner 120x600

TERNATE, iT- Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Komando Daerah Militer (Kodam) XV/Pattimura menerima penyerahan sukarela 75 pucuk senja api dan 1.069 butir munisi kaliber berbagai jenis dari masyarakat.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin langsung Panglima Kodam (Pangdam) XV/Pattimura Mayor Jenderal TNI Dody Triwinarto, didampingi Komandan Korem (Danrem) 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin serta sejumlah pejabat utama Korem 152/Baabullah yang berlangsung di Korem 152/Baabullah, Ternate pada Jumat (2/10).


Mayjen TNI Dody Triwinarto menyampaikan, apresiasi kepada masyarakat yang telah memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap keamanan dengan menyerahkan secara sukarela senjata api, senjata rakitan, munisi, dan bahan peledak yang masih disimpan.

“Apresiasi dan penghargaan kami sampaikan kepada masyarakat yang telah memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap keamanan dengan menyerahkan ini secara sukarela,” ujarnya.

Dari total 75 pucuk senjata api yang diserahkan, lanjutnya, sebanyak 15 pucuk merupakan senjata api standar dan 60 pucuk lainnya merupakan senjata api rakitan.

Ia menjelaskan, untuk senjata api standar terdiri dari satu pucuk senjata laras panjang jenis FNC, satu pucuk jenis SMR, dua pucuk laras panjang merek Bruno, dua pucuk jenis Steyr, satu pucuk laras panjang double barrel, dua pucuk pistol jenis FN, dua pucuk pistol jenis VOC tahun 1771, tiga pucuk pistol jenis revolver, serta satu pucuk pistol pelontar gas air mata.

“Sementara 60 pucuk senjata api rakitan terdiri dari 41 pucuk senjata rakitan laras panjang dan 19 pucuk pistol rakitan” tuturnya.

Selain senjata api, Pangdam Pattimura mengaku, masyarakat juga menyerahkan 1.069 butir munisi dan bahan peledak. Munisi itu terdiri dari kaliber 5,56 mm sebanyak 780 butir, kaliber 5,56 mm sebanyak 134 butir, munisi campuran sebanyak 154 butir dan satu buah granat tangan/lontar.

Kata Dody, senjata-senjata tersebut berasal dari berbagai sumber dan sebagian merupakan peninggalan konflik yang terjadi pada 1999–2000. Sementara sebagian lainnya merupakan senjata organik peninggalan keluarga yang masuk dari Fhilipina dengan berbagai jenis.

“Keberadaan senjata api ilegal menjadi perhatian aparat keamanan, karena berpotensi mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat apabila disalahgunakan” katanya.

Jenderal bintang dua ini mengungkapkan, Maluku Utara yang berada di jalur laut lintas Filipina-Indonesia juga memiliki kerawanan terhadap penyelundupan senjata melalui jalur laut, termasuk menuju wilayah Galela dan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara (Halut).

Ia menegaskan, TNI bersama seluruh unsur terkait berkomitmen menjaga stabilitas keamanan sekaligus mencegah peredaran dan penyalahgunaan senjata api ilegal di wilayah Maluku Utara.

Olehnya itu, kita mengimbau kepada masyarakat yang masih menyimpan senjata api, munisi, maupun bahan peledak secara ilegal agar segera menyerahkannya secara sukarela kepada aparat keamanan.

“Masyarakat yang masih menyimpan senjata api, munisi, maupun bahan peledak secara ilegal agar segera menyerahkan secara sukarela kepada aparat keamanan dan tidak memperjualbelikan atau mengedarkannya,” imbaunya.

Ia menyatakan, penyerahan secara sukarela merupakan bentuk kesadaran sekaligus partisipasi masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku Utara.

“Korem 152/Baabullah beserta jajaran akan terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan pendataan dan penanganan terhadap senjata, munisi, serta bahan peledak tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Pangdam XV/Pattimura juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, seluruh elemen masyarakat, serta media massa untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat dan mendukung upaya memutus mata rantai peredaran senjata ilegal.

“Mari bersama menjaga Maluku Utara agar tetap aman, damai dan kondusif,” tandasnya.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *