JAKARTA, iT- Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Nefra Firdaus, resmi menjabat sebagai Panglima Kodam (Pangdam) XXVIII/Moloku Kie Raha, setelah mengikuti upacara serah terima jabatan (Sertijab) yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Sertijab sejumlah Pangdam termasuk Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha dilaksanakan di Aula A.H. Nasution, Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta pada Jumat (16/10).
Pengangkatan Mayjen Nefra Firdaus sebagai Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha menjadi tonggak sejarah baru bagi TNI Angkatan Darat di Provinsi Maluku Utara. Ia menjadi Pangdam pertama di wilayah tersebut setelah pelaksanaan alih komando dan pengendalian (Alih Kodal), yang sebelumnya Maluku Utara tergabung dalam wilayah Kodam XV/Pattimura dan kini resmi berdiri terpisah melalui pembentukan Kodam XXVIII/ Moloku Kie Raha.
Kehadiran Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan tugas pertahanan dan keamanan wilayah, sekaligus meningkatkan efektivitas pembinaan teritorial serta mempererat sinergi antara TNI AD, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat di Maluku Utara.
KASAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menekankan pentingnya membangun komunikasi yang efektif dan berkesinambungan antara TNI AD dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, insan media, dan masyarakat.
“Komunikasi yang baik merupakan kunci untuk memastikan berbagai program dan kebijakan TNI AD dapat dipahami secara luas serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.
Tandyo juga menyampaikan, apresiasi dan penghargaan kepada para pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah diberikan selama mengemban tugas dan tanggung jawabnya.
Kepada para pejabat baru, mantan Wakil Panglima TNI itu juga berpesan agar senantiasa memahami dinamika perkembangan situasi Nasional maupun global, memperkuat sinergi dengan berbagai instansi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, serta meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan inovasi.
Selain itu, orang nomor satu di Mantra TNI AD itu mengingatkan pentingnya menjaga kesiapsiagaan satuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks. Profesionalisme, soliditas, dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI AD secara optimal.
Dengan resmi menjabatnya Mayjen TNI Nefra Firdaus sebagai Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha, diharapkan kepemimpinan baru ini mampu membawa semangat pengabdian, memperkuat profesionalisme prajurit, serta meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Momentum bersejarah ini sekaligus menjadi langkah awal bagi Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk menjaga stabilitas wilayah, mendukung pembangunan daerah, serta mewujudkan keamanan dan ketertiban di Provinsi Maluku Utara.(red).















