Daerah  

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98, Mahasiswa dan Masyarakat Diajak Jaga Kamtibmas

Ketua PKC PMII Maluku Utara, Muhammad Fajar Djulhijan.(Dok.istimewa).
banner 120x600

TERNATE, iT- Menjelang momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 tahun, mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat diajak menjaga keamanan dan ketertibaan masyarakat (Kamtibmas) di Maluku Utara (Malut).

Hal itu disampaikan langsung Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maluku Utara, Muhammad Fajar Djulhijan, dalam rilis yang diterima media ini pada Selasa (27/10).

Kata dia, generasi muda Maluku Utara tidak mudah terprovokasi isu yang belum terverifikasi, dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik.

“Mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, merawat toleransi, dan menciptakan suasana damai di tengah masyarakat,” ucapnya.

Fajar menyatakan, perbedaan pendapat merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Untuk itu, lanjutnya, setiap persoalan yang berkembang di masyarakat harus disikapi secara rasional melalui dialog dan musyawarah, bukan dengan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

“Penyampaian aspirasi merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus dihormati. Jika ada perbedaan pendapat atau persoalan di tengah masyarakat, mari kita selesaikan melalui dialog, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat khususnya intelektual muda, agar tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks maupun terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Karena, provokasi dan penyebaran informasi tidak terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman hingga berujung konflik.

“Jelang Sumpah Pemuda, saya ingatkan pentingnya untuk menjadikan semangat persatuan sebagai landasan dalam menyikapi perbedaan suku, agama, dan adat istiadat di Maluku Utara,” tuturnya.

“Persatuan lahir karena adanya perbedaan. Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan kita untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan. Semangat itu tumbuh di atas keberagaman suku, agama, dan adat istiadat,” tambahnya.

Fajar menjelaskan, PKC PMII Maluku Utara bakal mendorong pemerintah dan Polri memperkuat sinergi serta komunikasi dengan masyarakat untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

“Upaya tersebut dinilai perlu disertai peningkatan kesadaran hukum dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga keamanan daerah,” jelasnya.

Paling penting, lanjutnya, generasi muda agar menjauhi tindakan anarkis, perkelahian, penyalahgunaan minuman keras, narkoba, serta perilaku lain yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Intelektual muda yang beraktivitas di kampus sebagai agen perubahan, pemerintah sebagai pelayan masyarakat, serta Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat perlu membangun kerja sama untuk menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di Maluku Utara,” tandasnya.

Sebagai informasi, peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *