Daerah  

Masyarakat Jambula Dukung Penuh Pembangunan Sabo Dam, Aldrian: Kepentingan Pribadi Tolong Dihentikan

Ketua LPM Jambula, Fahri dan Ketua Pemuda Aldrian.
banner 120x600

TERNATE, iT- Masyarakat Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, mendukung penuh pembangunan infrastruktur pengendali sedimen atau Sabo Dam yang di kerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara.

Ketua LPM Jambula, Fahri mengatakan, pembangunan infrastruktur Sabo Dam diharapkan mampu menahan sedimen, batu, dan material lainnya yang terbawa aliran air saat hujan deras.

“Pekerjaan Sabo Dam ini tentu dapat meminimalkan dampak yang berpotensi merugikan masyarakat di sekitar kawasan tersebut,” tegasnya, Sabtu (24/10).

Menurutnya, keberadaan infrastruktur pengendali sedimen menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung upaya mitigasi bencana, khususnya di wilayah yang berpotensi terdampak aliran material dari kawasan perbukitan.

“Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengendali sedimen, pembangunan ini juga sangat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan rawan bencana,” jelas mantan Ketua Pemuda Jambula itu.

Fahri juga berharap pembangunan Sabo Dam dapat diselesaikan dengan baik dan diikuti dengan pemeliharaan secara berkala agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Masyarakat juga diharapkan turut menjaga lingkungan di sekitar bangunan tersebut agar fungsi pengendalian aliran material dapat berjalan secara optimal,” tuturnya.

Dengan adanya pembangunan sabo dam, warga Kelurahan Jambula berharap upaya perlindungan terhadap permukiman dan keselamatan masyarakat semakin baik, sekaligus mendukung penanganan risiko bencana di wilayah Kota Ternate.

Sementara itu, Ketua Pemuda Jambula, Aldrian juga meminta kepada pihak-pihak maupun kelompok menjadikan pembangunan Sabo Dam sebagai polemik segera diakhir. Karena, pembangunan ini untuk kepentingan dan keselamatan masyarakat dari ancaman bencana.

“Pandangan saya terkait polemik-polemik dari berbagai kelompok, baik individu maupun terorganisir dihentikan. Jambulan ini daerah yang rawan. Saya hadir sebagai ketua pemuda dan juga ketua LPM tadi keinginan torang (kami) supaya proyek ini berjalan,” tegasnya.

Ia menegaskan, jangan sampai kepentingan segelentir orang berdampak buruk dan merugikan masyarakat Kelurahan Jambula kedepan.

“Kepentingan-kepentingan pribadi tolong dihentikan sudah. Sebab ini berdampak buruk kitorang (kami) kedepan, kalau proyek ini tidak berjalan. Karena situasinya Jambulan ini kedudukan kampungnya berada pada segitiga. Di darah (proyek) kalau tidak berjalan ujang basar dan banjir berdampak pa torang (kami) dan merusak semua,” tegasnya.

Untuk itu, kata dia, kelompok yang memanfaatkan kepentingan proyek Sabo Dam itu segera dihentikan, jangan sampai berusan dengan warga Jambula. Apalagi pekerjaan tersebut untuk sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana kedepan.

“Harapan saya kepada kelompok-kelompok manfaatkan proyek di darah untuk dorang (mereka) kepentingan pribadi itu mulai dari sekarang hentikan sudah. Karena nanti berlawanan dengan torang (kami),” tegas mengakhiri.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *