SOFIFI, iT- Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara, memberikan neasiswa kepada 106 mahasiswa/i berprestasi dan kurang mampu yang berasal dari 10 Kabupaten dan Kota dukungan dari 25 perusahan yang beroperasi di Maluku Utara.
Dukungan beasiswa itu dukungan dari perusahan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Polda dengan puluhan perusahaan ekstraktif yang beroperasi di wilayah Maluku Utara.
Penandatanganan tersebut, dilakukan langsung Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Slamet Hariyadi, bersama para pimpinan dari 25 perusahaan, serta disaksikan seluruh pejabat utama (PJU) Polda dan para Kapolres di 10 Polres jajaran, yang berlangsung di pendopo Polda Malut, Rabu (28/10).
Kapolda Maluku Utara mengatakan, MoU dengan 25 perusahaan ini bentuk kepedulian Polda kepada masyarakat, yakni meluncurkan program Generasi Emas Kie Raha dengan mendapatkan beasiswa perguruan tinggi.
“Ini program kelima Polda, yaitu Generasi Emas Maluku Utara dengan memberikan 106 beasiswa kepada mahasiswa yang berasal dari 10 Kabupaten dan Kota. Jadi mendapatkan beasiswa ke perguruan tinggi ini bukan hanya masyarakat di wilayah lingkar tambang, tapi dengan program Polda ini semua masyarakat berhak mendapatkan,” ungkapnya.
Ariif mengaku, program ini sejalan dengan program Kapolri Irjen Polisi Suyudi Ario Seto, yaitu Polisi Peduli Pendidikan.
“Makanya hari ini kita luncurkan dengan dukungan 25 perusahaan tersebut,” tuturnya.
Orang nomor satu Polda Maluku Utara itu menjelaskan, program ini penting untuk mendorong pendidikan guna memajukan generasi yang unggul di Maluku Utara.
“Beasiswa ini masih difokuskan pada mahasiswa Strata Satu (S1) karena tahun sudah berjalan. Pada tahun ajaran baru nanti, harapan kami bisa mendata untuk Strata Dua (S2) dan murid SMA dengan tujuan beasiswa ini terus berlangsung,” ucapnya.
Ia menegaskan, beasiswa ini juga mengutamakan mahasiswa berprestasi atau Indeks Prestasi Komulatif (IPK) di atas tiga sekian, dan masyarakat dengan kategori tidak mampu.
“Fokus beasiswa ini untuk yang berprestasi dan tidak mampu. Supaya yang putus kuliah karena faktor ekonomi bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Inilah yang menjadi prioritas kami,” kata Jenderal bintang dua itu.
“Harapannya, kepada 106 orang penerima beasiswa agar memanfaatkan dan memaksimalkan dalam menimba ilmu hingga bermanfaat kemajuan Maluku Utara,” pungkas menutup.
Sebagai informasi, MoU dengan 25 perusahaan ekstraktif itu diantaranya, PT. Tri Usaha Baru (TUB), PT. Nusa Halmahera Mineral (NHM), PT. Aneka Tambang (TBK), PT. Sambaki Tambang Sentosa (STS), PT. Alam Raya Abadi (ARA), PT. Jaya Abadi Semesta (JAS), PT. Arumba Jaya Perkasa (AJP), PT. Wana Kencana Mineral (WKM), PT. Makmur Jaya Lestari (MJL), PT. Sumberdaya Arindo, PT. Nusa Karya Arindo (NKA), PT. Alngit Raya, PT. Position, PT. Mega Haltim Mineral (MHM), PT. Feni Halmahera Timur, PT. Wanatiara Persada, PT. Trimega Bangun Persada, PT. Weda Bay Nickel, PT. Halmahera Sukses Mineral (HSM), PT. Zhonk Hai Rare Metal Mining Indonesia, PT. Bakti Pertiwi Nusantara, PT. Smart Marsindo, PT. Mineral Trobos, PT. Karya Wijaya, dan PT. Adidaya Tangguh. (red).















