Hukrim  

Minggu Kasih, Kapolda dan Wakapolda Ajak Jemaat GMIH Ternate Perkuat Persatuan hingga Toleransi

Kapolda dan Wakapolda kompak menyapa jemaat GMIH Ternate.(Dok.Humas Polda).
banner 120x600

TERNATE, iT- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), Irjen Pol. Arif Budiman bersama Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Slamet Hariyadi melaksanakan kegiatan Minggu Kasih bersama masyarakat dan jemaat Gereja Masehi Injili di Halmehera (GMIH) Eben Haezer Ternate, untuk perkuat persatuan hingga toleransi pada Minggu (1/11).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Polri untuk mempererat hubungan dengan masyarakat, membangun komunikasi yang harmonis, serta menyerap aspirasi dan mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kapolda Maluku Utara menyampaikan, apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan gereja serta seluruh jemaat GMIH Eben Haezer atas sambutan dan kesempatan yang diberikan sehingga kegiatan Minggu Kasih dapat terlaksana dengan baik.

“Kegiatan Minggu Kasih merupakan wujud komitmen Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Polri ingin membangun komunikasi yang terbuka, mendengarkan aspirasi, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” ucapnya.

Arif juga mengajak seluruh jemaat untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam mempererat persaudaraan di Maluku Utara.

“Selain itu, masyarakat juga kami imbau agar bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun berita bohong (hoaks), serta tidak menyebarkan informasi yang berpotensi memecah belah persatuan,” ujarnya.

Orang nomor satu Polda Maluku Utara itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba, minuman keras, perjudian, pergaulan bebas, dan kenakalan remaja.

“Kami tekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui komunikasi, dialog, dan musyawarah dengan mengedepankan pendekatan kekeluargaan serta menghindari tindakan main hakim sendiri,” jelasnya.

Kapolda menyampaikan, Polri membutuhkan dukungan, doa, masukan, dan partisipasi masyarakat. Polri juga senantiasa membuka ruang komunikasi terhadap kritik maupun keluhan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional, humanis, transparan, dan berkeadilan.

“Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga Maluku Utara sebagai rumah bersama yang aman, damai, dan penuh kasih. Gereja diharapkan terus menjadi mitra strategis Polri dalam memperkuat persatuan, toleransi, serta menyampaikan pesan-pesan perdamaian,” pungkasnya.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *