Daerah  

Banjir dan Longsor di Halmahera Barat, Jaringan Telekomunikasi Lumpuh

Banjir di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.(dok.istimewa).
banner 120x600

JAILOLO, iT- Sebanyak 10 Desa di dua Kecamatan, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Provinsi Maluku Utara (Malut), terdampak banjir hingga tanah longsor akibat hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur Malut dalam beberapa hari terakhir.

10 Desa yang terdampak banjir dan tanah longsor tersebut diantaranya, Desa Duono, Kecamatan Tabaru, Desa Gamlamo, Kecamatan Ibu dan Desa Tongute Ternate Asal, Desa Tongute Ternate, Desa Tahafo, Desa Togola Sanger, Desa Talaga, Desa Gamkonora, Desa Ngawet dan Gunung Cengki Desa Ngalo-Ngalo.

Personel dari Polsek Ibu pada Polres Halmahera Barat diterjunkan untuk membersihkan sisa-sisa material, lumpur dan potongan-potongan kayu hingga rumput dari dampak banjir yang menutup akses jalan dan jembatan di Desa Gamlamo dan Kampung Cina Desa Tongute Ternate Asal. Selain melakukan pembersihan, personel juga melakukan upaya evakuasi kepada sejumlah korban yang terkena dampak baik banjir hingga longsor di Desa Talaga dan Desa Ngalo-Ngalo Kecamatan, Ibu Selatan.

Kapolsek Ibu, Ipda Imam Eko A. Y. Wibowo menyatakan, sejumlah rumah yang tersebar di beberapa Desa mengalami rusak berat akibat dampak dari banjir hingga longsor.

Ia juga menyampaikan, sejumlah rumah yang rusak tersebut, dua rumah berada di Desa Duono Kecamatan Ibu Utara, 7 rumah di Desa Tongute Ternate Asal, Kecamatan Ibu, 1 rumah di Desa Tongute Ternate dan 1 rumah berada di Desa Gamsida Kecamatan Ibu.

“Air yang merendam rumah-rumah warga dan pertokoan di kampung Cina dengan ketinggian bervariasi mulai dari 1 meter sampai dengan 3 meter. Namun air yang merendam rumah-rumah warga sudah surut dari pukul 10.00 Wit pagi tadi,” ucapnya, Rabu (7/1).

“Tanah longsor di gunung cengki desa Ngalo-Ngalo Kecamatan Ibu Selatan yang menutup akses jalan, sehingga berdampak pada gangguan lalu lintas bagi kendaraan yang melintas di area tersebut,” tambah Kapolsek.

Imam mengatakan, selain akses jalan hingga banjir yang merendam sejumlah pemukiman warga, listrik di Kecamatan Ibu semuanya padam sehingga berpengaruh pada jaringan telekomunikasi.

“Di Kecamatan Ibu semua wilayah listrik sudah padam sejak jam 5, sementara jaringan telekomunikasi tidak bisa diakses sejak jam 2 siang,” pungkas menutup.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *