TERNATE, iT- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ternate, Maluku Utara (Malut) melaksanakan kegiatan skrining tuberkulosis (TBC) melalui pemeriksaan rontgen dada bagi seluruh warga binaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penemuan Kasus TBC dengan Rontgen Dada untuk Narapidana, Tahanan serta Anak Binaan di Rutan, Lapas, dan LPKA seluruh Indonesia Tahun 2025.
Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Senin (10/10/2025).
Kalapas Ternate, Faozul Ansori menyatakan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Lapas Ternate dalam mendukung upaya pemerintah mencegah dan menanggulangi penyebaran TBC di lingkungan pemasyarakatan.
“Lapas merupakan tempat dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap penularan penyakit menular, termasuk TBC. Melalui skrining ini, kami berharap dapat mendeteksi secara dini sekaligus memberikan penanganan yang tepat bagi warga binaan yang terindikasi TBC,” ujarnya.
Sementara itu, dr. Gabidara Nabiu dari Kementerian Kesehatan menjelaskan, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperluas cakupan deteksi dini TBC di populasi berisiko tinggi.
“Dengan pemeriksaan rontgen dada, kita dapat menjaring kasus TBC laten maupun aktif yang mungkin belum terdiagnosis. Program ini merupakan bagian dari upaya nasional menuju Indonesia Bebas TBC tahun 2030,” ucapnya.
Terpisah, salah satu warga binaan berinisial AB yang turut mengikuti pemeriksaan mengaku senang dengan adanya kegiatan ini.
“Kami merasa diperhatikan. Dengan pemeriksaan ini, kami jadi tahu kondisi kesehatan kami dan bisa berobat lebih cepat kalau ada masalah,” tuturnya.
Seluruh warga binaan tampak antusias mengikuti kegiatan pemeriksaan yang dilakukan secara bergantian.
Hasil skrining selanjutnya akan dianalisis oleh tim medis dan dilaporkan kepada pihak terkait untuk tindak lanjut lebih lanjut sesuai prosedur kesehatan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung upaya nasional pencegahan dan penanggulangan TBC, khususnya di lingkungan pemasyarakatan.(red).
















