TOBELO, iT – Keterbatasan fasilitas taman kanak-kanak (TK) pendidikan anak usia dini (PAUD) Miangongano Salimuli, Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara, tak menjadi alasan, Asnidar Hubihawa.
Pasalnya, tempat yang membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani-rohani serta mempersiapkan anak memasuki Sekolah Dasar tersebut tak mampu menampung 63 anak-anak, karena Memiliki satu ruangan.
Meski begitu, Asnidar yang juga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Puskesmas di Kecamatan tersebut tak pernah mengenal lelah untuk mendorong para orang tua agar terus menghadirkan anak-anak ke sekolah.
Kepedulian terhadap generasi, Asnidar harus membagikan waktu yang cukup ke sekolah TK Paud dan Puskesmas, meski di sekolah TK Paud tak mendapatkan bayaran sedikitpun.
“Keterbatasan ruangan ini mempengaruhi semangat anak-anak datang ke sekolah. Dari 63 anak-anak, yang aktif 30 anak-anak sekian, sisanya Senin dan Kamis ke sekolah,” kata Asnidar yang juga senagai Kepala Sekolah TK Paud Miangongano Salimuli, kepada Anggota DPRD Nazlatan Ukhra Kasuba, usai melakukan reses, Rabu (13/5).
“Awal satu ruangan sekolah TK Paud Miangongano Salimuli ini dibangun pada tahun 2022, saya petakan menggunakan triplek, tetapi tidak efektif. Sehingga triplek digunakan untuk menempelkaan setiap karya gambar anak-anak,” tambahnya .
Asnidar bilang, sejauh ini belum ada fasilitas yang baik didapatkan, karena fasilitas yang didapatkan Dari Pemerintah Desa hanya gaji kepada dua tanaga pendidik.
“Semua serba kekurangan, karena alat tulis dan gambar juga tidak ada. Begitu pun tempat bermain, karena satunya sudah rusak,” tuturnya.
Menurutnya, untuk menciptakan kenyamanan dan membangun semangat anak-anak dalam dunia pendidikan pernah mengajukan proposal ke Pemerintah Provinsi Maluku Utara, pada 2023 silam agara menghadirkan fasilitas yang layal. Namun proposal tersebut tak di tindak lanjuti hingga saat ini.
“Seragam anak-anak saja, kami patungan dengan Kepala Desa untuk pengadaan. Makanya harapan saya (Asnidar) dan masyarakat setempat, menimal pemerintah melihat fasilitas anak-anak seperti buku gambar, alat tulis dan tempat bermain. Kalau bangunan ruangan sepertinya terlalu sulit di harapan,” cetusnya.
Menanggapai keterbatasan ruang kelas, kurangnya perabotan belajar, hingga fasilitas pendukung lainnya yang belum memadai Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Nazlatan Ukhra Kasuba, bakal menjembatani aspirasi ini dengan pemerintah. Sehingga, apa yang disampaikan bakal mengusulkannya dalam forum-forum resmi, baik melalui mekanisme anggaran daerah maupun koordinasi dengan dinas terkait.
“Pendidikan usia dini adalah tahap paling krusial dalam pembentukan karakter dan kemampuan dasar anak. Tidak boleh ada hambatan, terutama karena kurangnya fasilitas, yang menghalangi mereka untuk belajar dengan nyaman dan optimal,” kata Nazla sapaan akrab Politisi Partai Gerindra tersebut.
“Saya akan memastikan keluhan ini didengar dan ditindaklanjuti. Kita akan berupaya semaksimal mungkin agar PAUD Miangongano mendapatkan perhatian yang layak, sehingga anak-anak di Desa Salimuli bisa belajar dengan senang hati dan mendapatkan pendidikan yang setara dengan daerah lain,” tambah Ketua Komisi I DPRD Maluku Utara ini.
Selain itu, Nazla juga berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak terkait untuk bersama-sama mendukung kemajuan pendidikan di wilayah pelosok.
“Investasi di bidang pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan daerah yang lebih baik,” pungkasnya.
Diketahui, dalam kesempatan tersebut Nazla didampingi Kepala Sekolah TK Paud Miangongano Salimuli membagikan alat tulis dan gambar kepada anak-anak. (red).
















