WEDA,iT– Sikap tak terpuji yang dilakukan oknum polisi yang bertugas di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara (Malut) itu viral di media sosial (Medsos) facebook.
Kejadian nahas itu terjadi di Lelilef, Halteng di depan Polsek. Video berdurasi 23 detik itu dibagikan oleh Andi Cab di grup Jual Beli Lelilef-Gemaf. Video itu memdapat kecam melalui komentar 363 lebih, like/menyukai 403 dan membagikan 400 lebih.
Pasalnya, oknum polisi itu saat menjalankan tugas dilapangan menunjukan sikap arogansi dan melenceng dari standar operasional prosedur (SOP). Bagaimana tidak, dalam video berdurasi 23 detik viral itu memperlihatkan dua oknum anggota Satlantas Polres Halteng saat melakukan tilang satu sepeda motor.
Saat itu, satu oknum polisi mengambil kunci motor. Namun tiba-tiba satu oknum polisi Satlantas lain dari belakang langsung menendang pemilik motor tersebut.
Fatalnya lagi oknum polisi itu langsung menampar kepala pengendara tersebut. Tak sampai disitu, aksi arogansi itu berlanjut dan oknum polisi Satlantas itu kembali menampar wajahnya seperti terlihat di video pada detik ke 8.
Tak lama kemudian atau di detik ke 16 muncul tiga lagi dua oknum anggota polisi. Dua anggota Satlantas dan satunya menggunakan Baret biru sepertinya dari Provos/Propam.
Aksi tak terpuji oknum Satlantas Polres Halteng itu mendapat berbagai kecaman di kolom komentar video yang viral dibagikan itu.
@Aslan Samsul menuliskan “Lapor la dia. Lapor lapor. Ayo kasih viral. Jangan mentang² polisi bru mau bikin orang kaya begitu,”tulis Aslan di postingan itu.
“Kasi viral polisi kaya bgtu bikin malu institusi sj,”tulis akun @Indry Gemoy Prily.
Akun atas nama @Wahyuni Eka Putri juga ikut berkomentar “Ada bukti video lngsg sja lapor ke propam agar di tindak lanjuti oknum anggotanya”.
“Pelayanan masyarakat itu harus berikan contoh yang baik, pantas lah Rakyat Indonesia sudah tidak percaya lagi dengan polisi, selalu main fisik”tulis @En Endra.
Begitu juga akun @El Wawointana Jo menuliskan “Sekarang yang jadi penjajah di negara Indonesia bukan lagi dari negara luar tapi seragam coklat yang di bayar masyarakat untuk mengayomi, den melindungi masyarakat maka mereka yang menjaja masyarakat Indonesia parah tajam kenawa tumpul ke atas😢”.
“Baju coklat emang parah, inikah cara mengayomi masyarakat.. pakai kaki dgn tangan. pertama tama, cabu kunci, kedua temannya main kaki main tangan, ketiga berbondonf bondong temannya baju coklat datang.. baru yg deng motor cuma sandiri”tulis @Hamdan Fatatuba.
“Cie polisi satu ni makang puji sampe, ini kong bipang mangayomi tu🤣🤣”tulis @Er Cino dengan smile tertawa.
Sementara, Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Aditya Kurniawan dikonfirmasi terkait tindakan anggotanya diluar SOP itu telah perintahkan Propam untuk melakukan pemeriksaan.
“Sudah saya perintahkan kasi propam untuk periksa ybs (yang bersangkutan),”ucapnya, Kamis (8/5).
Saat ditanya apakah mereka (oknum polisi) sudah ditahan atau penempatan khusus (Patus) oleh Propam Polres.
“Masih diperiksa,”jawab mantan Kapolres Halmahera Selatan itu.(red).
















