SANANA, iT – Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupate Kepulauan Sula, Abd Basir Panigfat, mengapresiasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Provinsi Maluku Utara (Malut), Abubakar Abdullah.
Apresiasi ini, karena Kadikbud Malut sepekan berkantor di Kepulauan Sula, yang terhitung sejak Selasa (21/10/2025) lalu.
Selain Abubakar, sejumlah pejabat dan staf teknis Dikbud juga ikut berkantor di Kepulauan Sula. Ini juga bukan untuk seremonial, melainkan memastikan pelayanan pendidikan benar-benar menyentuh satuan pendidikan di wilayah kepulauan.
“Kami mengapresiasi langkah yang di ambil oleh Kadikbud) Malut, Abubakar Abdullah, sepekan berkantor di Sula,” ujar Ketua GP Ansor Sula, Abd Basir Panigfat, Jumat (24/10).
Menurutnya, langkah ini terobosan yang luar biasa, karena memiliki catatan baru sebagai seorang Kadikbud. Apalagi agenda ini meninjau pengelolaan dana BOS dan BOSDA, data Sarpras, penyelesaian data residu, pengecekan data pemeriksaan kesehatn gratis, dialog bersama guru, tenaga pendidik, dan siswa di sejumlah sekolah.
Selain itu, lanjut dia, Kadikbud juga meninjau progress revitalisasi sarana prasarana penggunaan Dana Alokasi Umum (DAU) 2025 yang tepat sasaran, serta melakukan audiensi dengan pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula yang membahas agenda strategis di sektor pendidikan.
“Sebagai bagian dari masyarakat Sula kami merasa bahagia dan bangga, serta mengucapakan banyak terima kasih kepada Gubernur Sherly Tjoanda Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe atas perhatian serius terhadap pendidikan di Kabupaten Kepulauan Sula,” akunya.
Basir pun menyatakan, sejauh ini Kadkibud Abubakar Abdullah adalah sosok yang cerdas dan visioner dalam menerjemahkan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur di sektor pendidikan. Sebab, dipercayakan sebagai Plt Kadikbud Malut, langsung tancap gas mengunjungi beberapa daerah yang selama ini termarjinalkan atau memiliki akses terbatas. Sehingga, apa yang dilakukan oleh kadikbud tidak lain dan tidak bukan hanya membawa visi misi besar ibu Gubernur dan Wakil Gubernur dalam sektor Pendidikan untuk menjawab tantangan masa depan di Malut.
“Mungkin saran kami kedepannya, perlu ada perhatian serius terhadap pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, dan lain-lain di Sula. Sebab ini juga penting karena menjadi satu mata rantai yang tidak bisa dipisahkan dalam mendorong kualitas pelayanan yang maksimal terhadap Masyarakat di Sula,” tandasnya (red)
















