SOFIFI, iT- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut), terus melakukan pengawasan stok dan harga sembilan Bahan Pokok (Sembako) jelang perayaan Natal 2025 dan tahun baru 2026 nanti.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah lonjakan harga akibat gangguan distribusi maupun praktik-praktik nakal yang dilakukan pelaku usaha dalam memanfaatkan suasana nataru.
Hal ini disampaikan langsung oleh, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda yang juga Ketua Satgas Pangan Provinsi Maluku Utara, Kombes Pol. Edy Wahyu Susilo, saat dikonfirmasi, Senin (8/12).
Dirreskrimsus Polda Maluku Utara menyatakan, pemantauan ketersediaan stok hingga harga Bapokting tersebut, dilakukan di semua titik mulai dari pasar modern hingga tradisional termasuk di sejumlah distributor baik di Ternate maupun Kabupaten/Kota lainya.
“Yang pasti, Satgas Pangan yang berada di seluruh Polres di Maluku Utara akan melakukan analisa dan dievaluasi jika ada kenaikan harga yang tidak wajar,” katanya.
Edy menegaskan, jika dalam pengawasan yang dilakukan ditemukan adanya kenaikan harga yang tidak wajar, maka pihaknya akan langsung melakukan langkah untuk mengetahui pasti penyebab lonjakan harga dengan yang melibatkan instansi terkait.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh distributor hingga pedagang, untuk tidak melakukan penimbunan sembako, karena kebutuhan masyarakat selama Nataru masih cukup tinggi.
“Jangan lakukan penimbunan yang dapat berpengaruh pada harga di pasaran, kalau sampai ditemukan maka yang pasti akan kita proses sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas mantan Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara itu. (red).
















