Hukrim  

Pangdam Pattimura Tinjau Pembangunan Rumah Warga Terdampak Konflik di Halmahera Tengah

Pangdam XV dan rombongan tinjau langsung pembangunan rumah warga terdampak konflik di Halmahra Tengah.(Dok.istimewa).
banner 120x600

WEDA, iT- Panglima Kodam (Pangdam) XV Pattimura Mayor Jenderal TNI Dody Triwinarto, bersama rombongan melaksanakan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan rumah warga yang terdampak akibat konflik.

Peninjauan ini dilakukan Pangdam dan rombongan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian TNI terhadap masyarakat, Rabu (15/4). Dalam kunjungan tersebut, Pangdam meninjau progres pembangunan rumah warga yang saat ini sedang dikerjakan secara gotong royong dengan melibatkan unsur TNI, Pemerintah Daerah (Pemda) serta masyarakat setempat. Kehadiran Pangdam menjadi motivasi bagi seluruh pihak agar proses pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu.

Mayor Jenderal TNI, Dody Triwinarto menyatakan, pembangunan rumah bagi warga terdampak konflik merupakan bagian dari upaya pemulihan kondisi sosial masyarakat, sekaligus wujud nyata hadirnya negara dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kita ingin memastikan masyarakat dapat kembali menempati rumah yang layak, aman, dan nyaman. Ini juga menjadi simbol bahwa situasi keamanan semakin kondusif serta semangat kebersamaan terus terjaga,” ujarnya, Kamis (16/4)

Selain meninjau pembangunan rumah, Pangdam juga berdialog dengan warga untuk mendengarkan langsung aspirasi dan kebutuhan masyarakat pasca konflik.

“Warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah serta dukungan TNI dalam percepatan pembangunan tempat tinggal mereka,” ucapnya.

Jenderal bintang dua itu menambahkan, kegiatan peninjauan berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban. Diharapkan, pembangunan rumah warga terdampak konflik dapat segera rampung sehingga masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas normal dengan penuh semangat dan optimisme.

Sebelumnya, konflik antara masyarakat Desa Sibenpopo dan Banemo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), bukan terkait dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana beredarnya informasi tidak benar yang memicu eskalasi ketegangan di lapangan. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *