Hukrim  

Praoperasi Patuh Kie Raha 2026, Personel Diminta Mengedepankan Pendekatan Humanis dan Profesional

Wakapolda Malut, Brigjen Polisi Stephen M. Napiun, saat buka operasi Patuh Kie Raha 2026.(Dok.Humas Polda).
banner 120x600

SOFIFI, iT- Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut), membuka kegiatan latihan praoperasi Patuh Kie Raha 2026, sebagai bagian dari persiapan untuk meningkatkan kesiapan personel sebelum pelaksanaan operasi.

Kegiatan praoperasi dibuka langsung oleh, Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Polisi Stephen M. Napiun, mewakili Kapolda, Brigjen Polisi Arif Budiman, yang dilaksanakan di ruangan Rupatama lantai 3 Polda Malut, Jumat (5/6).

Wakapolda menegaskan, latihan praoperasi merupakan tahapan penting yang tidak dapat dipisahkan dari setiap pelaksanaan operasi kepolisian. Menurutnya, sesuai Peraturan Kapolri nomor 8 tahun 2021 tentang sistem manajemen dan standar keberhasilan operasional Polri, setiap operasi harus diawali dengan latihan guna mematangkan perencanaan, mengidentifikasi potensi hambatan, serta meningkatkan kemampuan personel.

Ia juga menjelaskan, hasil analisis dan evaluasi Operasi Patuh Tahun 2025 serta data Korlantas Polri menunjukkan masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang disertai korban fatalitas.

“Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa upaya membangun budaya tertib berlalu lintas masih perlu terus ditingkatkan,” ucapnya.

Karena itu, Brigjen Stephen berharap seluruh peserta memanfaatkan kegiatan latihan untuk menyamakan persepsi, memahami sasaran operasi, serta menyusun langkah-langkah yang tepat guna mendukung keberhasilan Operasi Patuh Kie Raha 2026.

“Dengan persiapan yang matang, personel diharapkan mampu melaksanakan tugas secara efektif dan profesional,” tuturnya.

Wakapolda juga menyatakan, operasi Patuh Kie Raha 2026 tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Operasi ini juga bertujuan memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat agar tumbuh kesadaran untuk mematuhi aturan lalu lintas.

“Sejalan dengan transformasi Polri yang Presisi, seluruh personel diminta mengedepankan pendekatan humanis, persuasif dan profesional dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Jenderal bintang satu Polda Maluku Utara itu menambahkan, kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Wakapolda juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti latihan dengan sungguh-sungguh dan memahami setiap materi yang diberikan.

“Saya meminta personel menjaga sikap, perilaku dan etika saat bertugas serta menghindari tindakan yang dapat mencederai citra institusi,” pungkas menutup.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *