TERNATE, iT – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Maluku Utara (Malut) menggelar kegiatan iftar atau buka puasa bersama dan silaturahmi bersama Sahabat Abubakar Abdullah, selaku Pembina PW GP Ansor Malut.
Kegiatan iftar ini berlangsung di Sekretariat GP Ansor Malut, yang dihadiri para pengurus serta kader muda Ansor, Jumat (13/3).
Ketua PW GP Ansor Malut, Syarif Abdullah, mengatakan Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk memperkuat silaturahmi serta meneguhkan komitmen pemuda dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, kebangsaan, dan persaudaraan di tengah masyarakat.
“Melalui majelis iftar ini kita ingin merawat kebersamaan di antara kader Ansor, sekaligus memperkuat peran pemuda dalam menjaga harmoni sosial dan kemajuan daerah,” kata Syarif, singkatnya.
Sementara itu Abubakar Abdullah, di hadapan generasi muda Ansor menyampaikan sejumlah pemikiran terkait eksistensi organisasi dalam menjaga dan mengamalkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah di tengah perubahan zaman.
Menurutnya, dinamika modernitas dengan berbagai perkembangan sosial dan teknologi akan terus memengaruhi praktik keberagamaan umat Islam, termasuk dalam tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.
“Karena itu, kader Ansor harus tetap teguh menjaga nilai moderasi, kebangsaan, serta tradisi Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tuturnya.
Abubakar menilai, konsolidasi organisasi GP Ansor di Malut telah berjalan dengan baik. Sehingga Kedepan, Ansor diharapkan lebih fokus merancang program-program yang memberi dampak langsung kepada masyarakat.
Selain itu lanjut Abubakar, organisasi kepemudaan seperti Ansor memiliki potensi besar untuk menjawab berbagai persoalan dasar yang dihadapi masyarakat. Sepertinya, sejumlah anak muda dari lingkungan Nahdlatul Ulama yang kini mulai membangun berbagai lembaga pendidikan, bahkan perguruan tinggi.
“Sekarang kita menunggu Ansor. Saya yakin Ansor bisa, karena memiliki sumber daya dan jejaring yang kuat sehingga mudah mendapatkan kepercayaan dalam membangun kemitraan strategis,” tegasnya.
Abubakar yang juga pejabat di Pemerintah Provinsi Maluku Utara ini mengaku , saat ini pemerintah memiliki sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang dapat disinergikan dengan organisasi kepemudaan.
“Saat ini ada program Trans Kie Raha yang sedang berjalan. Saya berharap Ansor dapat memikirkan program yang relevan dan bisa berkontribusi bagi masyarakat,” pintanya.
Di kesempatan tersebut, doktor ilmu manajemen dari Universitas Negeri Jakarta ini pun menitipkan empat karakter kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang perlu menjadi teladan bagi kader Ansor, yakni tabligh (menyampaikan kebenaran), shiddiq (jujur dan berintegritas), amanah (dapat dipercaya), dan fathanah (cerdas serta bijaksana dalam menghadapi tantangan).
“Nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah tersebut penting menjadi pedoman bagi kader Ansor dalam memimpin organisasi maupun berkontribusi di tengah masyarakat.
Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi kader GP Ansor dalam menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (red).
















