TERNATE, iT- Rombongan anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melaksanakan kunjungan sekaligus reses di Komando Resor Militer (Korem) 152/Baabullah di Ternate, Maluku Utara (Malut) didampingi langsung Danrem, Brigjen TNI Enoh Solehudin dan pejabat utama Korem.
Anggota Komisi DPR RI, Syamsu Rizal Marzuki Ibrahim menjelaskan, kunjungan kali ini pihaknya mencoba mencari tahu terkait tantangan apa yang dihadapi oleh Korem 152 Baabullah terutama dalam menjaga kawasan-kawasan strategis Nasional di Maluku Utara.
Kata dia, sehingga setelah dari kunjungan ini, pihaknya mampu mendorong postur pertahanan untuk TNI di Maluku Utara lebih representatif. Terutama kebijakan strategis nasional di bidang industri pertahanan nasional, daya dukung pengelolaan sumber daya nasional untuk kepentingan pertahanan negara.
“Itu akan berkaitan dengan pengembangan kawasan-kawasan strategis nasional itu menjadi daerah lokomotif pembangunan. Jadi paling penting dari aspek pertahanan itu memberikan dorongan terhadap pengembangan industri-industri terutama bermuara pada peningkatan ekonomi nasional,” katanya, Rabu (22/4).
Menurutnya, catatan paling penting saat melakukan kunjungan tersebut bukan hanya pada aspek teknis. Melainkan harus adanya daya dukung infrastruktur wilayah TNI yang masih sangat minim. Hal ini juga berkaitan dengan antisipasi resiko konflik sosial atau instabilitas yang sering muncul di Maluku Utara.
“Ya, contoh seperti di patani kemarin itu, karena kekurangan personel dan sumber daya sehingga eskalasinya sempat meluas. Padahal kalau di dukung oleh personel dan kapasitasnya cukup, mungkin bisa cepat atau bisa di redam lebih cepat,” katanya.
“Artinya kalau kita tidak memberikan perhatian yang cukup, maka resiko sosialnya itu akan berimbas pada resiko ekonomi, resiko keamanan, resiko pertahanan dan itulah yang kita inginkan supaya kemampuan dan kapasitas dari seluruh infrastruktur pertahanan itu bisa mendukung teman-teman TNI kita disini,” tambahnya.
Syamsu dari fraksi PKB itu menilai, masalah multi sektor di Maluku Utara seperti blank spot dibeberapa wilayah Kabupaten juga perlu ada perhatian dari pihak lembaga Kementerian. Sehingga akselerasi pembangunan pangkalan TNI perlu dibangun dan mampu memberikan pergerakan pasukan dalam mengakses internet, satelit dapat mendukung kerja-kerja pertahanan.
“Sehingga beberapa pangkalan TNI juga kita akan segera rumuskan. Intinya Korem disini memiliki nilai strategis,” tuturnya.
Kata dia, sehingga kita berharap juga ada dukungan pusat agar mempercepat dan menciptakan multiplier effect terhadap produktivitas antara pertahanan dan pertumbuhan proyek strategi nasional terutama hirilisasi pertambangan seperti kawasan IWIP yang sangat berpengaruh pada peluang ekonomi warga.
Mantan Wakil Wali Kota Makassar itu menambahkan, terkait dengan pembangunan Kodam yang baru di Maluku Utara, pihaknya menilai hal itu sangat strategis. Karena pada 2025 kemarin dalam perancangan tersebut hanya terdapat 5 pembangunan kodam. Namun setelah ada dukungan dari pemerintah daerah Maluku Utara, maka ada satu penambahan Kodam di daerah Maluku Utara.
“Tentu ini juga menjadi catatan kita untuk memberikan penambahan personel serta memberikan peluang putra putri yang berada di daerah tertinggal, terdepan dan terluar. Postur anggaran kita juga akan semakin diperluas,” tandasnya.(red).
















