TERNATE, iT- Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Komando Resor Militer (Intel Kasrem) 152/Baabullah, Kolonel Infanteri Hendrasari Nurhono, menekankan Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki peran stategis menjaga kedaulatan negara dan ancaman militer tradisional serta non militer.
Hal itu disampaikan Kasi Intel Kasrem 152/Baabullah, Kolonel Infanteri Hendrasari Nurhono, saat menghadiri kegaiatan Training Raya Tingkat Nasional (Intermediate Training) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate di Aula Asrama Haji, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Kegiatan ini mengusung tema “Trajectory Ecocracy Intervensi HMI Menuju Masyarakat Cita” pada Selasa, (21/4).
Hendrasari menyampaikan, bahwa berdasarkan Undang-undang (UU) nomor 3 tahun 2025, TNI memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara, serta dituntut adaptif menghadapi ancaman modern seperti siber, informasi dan ancaman hibrida.
“Training raya tingkat nasional tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer. Tetapi juga pada komunikasi, pendidikan, budaya serta partisipasi masyarakat,” ucapnya.
Ia mengaku, sinergi antara TNI, Polri dan rakyat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga momentum untuk mempererat persatuan serta menumbuhkan semangat kolaborasi demi kemajuan bersama. Memperluas wawasan kebangsaan dan perspektif nasional mengasah keterampilan teknis, dan strategis membangun jejaring yang solid,” ucap mengakhiri.
Sebagai informasi, kegiatan Training Raya Tingkat Nasional ini diikuti oleh anggota HMI sekitar 30 orang. (red).
















