TERNATE, iT- Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit-Polairud) Polda Maluku Utara (Malut) melakukan penyelidikan insiden dugaan ledakan speedboat RIB 04 milik Basarnas Ternate yang mengakibatkan sejumlah orang menjadi korban di perairan Desa Gita, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan beberapa hari lalu.
Insiden ini mengakibatkan 11 orang menjadi korban. Tiga diantaranya meninggal dunia, satu hilang dan tujuh lain mengalami luka-luka saat ini masih menjalani perawatan medis. Satu masih dalam proses pencaraian satu orang itu adalah, Sahril Helmi selaku jurnalis/kontributor Metro TV.
Direktur Polairud Polda Malut, Kombes Pol Azhari Djuanda menyampaikan, pihaknya akan melakukan penyelidikan dugaan penyebab ledaknya speadboat RIB 04 milik Basarnas Ternate yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, satu hilang dan beberapa orang mengalami luka ringan hingga berat yang saat ini menjalani perawatan medis.
“Kami juga akan terus mendalami ini apa yang menyebabkan terjadinya ledakan dan menyebabkan ada korban jiwa. Tentutnya kami akan dalami,”ucapnya kepada awak media di Kantor Dit-Polairud Polda Malut, Jumat (7/2).
Azhari mengaku, perintah penyelidikan itu telah disampaikan ke Subdit Gakkum Dit-Polairud Polda Maluku Utara. “Kemarin saya sudah perintahkan Kasubit Gakkum untuk melakukan penyelidikan awal untuk mencari keterangan dan mendalami,”jelasnya.
Selain itu, kata dia, pihak Basarnas juga akan melakukan penyelidikan atas insiden ledaknya speadboat RIB 04 tersebut.
“Nanti ini juga di dalami oleh Basarnas sendiri akan melakukan audit internal di mereka, apakah nanti kami bergabung atau tidak. Itu nanti kita lihat kedepan,”pungkas mantan Kapolres Ternate itu.
Sebelumnya, dua nelayan yang mengalami mati mesin di perairan Desa Gita,Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan yang menjadi operasi pencarian dan pertolongan tim SAR RIB 04 milik Basarnas Ternate.
Dibalik pencarian dan pertolongan dua nelayan itu, tim SAR juga mengalami musibah meledaknya speadboat sampai saat ini satu korban belum juga ditemukan, Sahril Helmi selaku wartawan/kontributor Metro TV, tiga orang meninggal dunia dan tujuh lain mengalami luka yang saat ini masih menjalani perawatan medis.(red).
















