BOBONG, iT- Tim Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Darurat Kekeringan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, bergerak cepat menangani dampak musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan melanda Desa Nggaki, Kecamatan Taliabu Selatan, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara (Malut).
Mewakili Tim Satgas Tanggap Darurat Kekeringan BWS Maluku Utara, Walid menyampaikan, tim Satgas Tanggap Darurat BWS terus berkoordinasi intensif dengan BPBD Kabupaten Pulau Taliabu dan pemerintah Desa Nggaki, dalam melaksanakan pendistribusian air baku domestik kepada masyarakat Desa Nggaki.
“Air baku domestik yang tersalurkan kurang lebih 1.650 liter kepada masyarakat desa nggaki dengan total sekitar 125 kepala keluarga (KK),” ucapnya, Rabu (16/9).
Ia mengaku, sinergi lapangan dilaksanakan bersama BPBD Pulau Taliabu serta Pemerintah Desa Nggaki untuk menyusun skema pembagian air secara adil, tertib, serta merata kepada masyarakat.
“Dalam melakukan penyaluran tim mengalami kendala pada akses jalan karna pengambilan air dari desa Kabuta, namum selama melakukan penyaluran tetap berjalan dengan baik,” katanya.
Ia menegaskan, apa pun kendala dilapangan tim Satgas Tanggap Darurat Kekeringan BWS terus berupaya hingga masyakat yang mengalami kekeringan bisa mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Walid mengaku, penyaluran air kepada masyarakat yang mengalami kekeringan di tengah ancaman cuaca ekstrem dan musim kemarau ini menjadi bagian dari langkah mitigasi BWS Maluku Utara.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menanggulangi krisis air baku domestik akibat fenomena kekeringan di wilayah Kecamatan Taliabu Selatan,” tuturnya.
Dia menegaskan, BWS Maluku Utara terus memperkuat koordinasi bersama BPBD Pulau Taliabu dan perangkat Desa Nggaki untuk memantau perkembangan ketersediaan air bersih serta menyiapkan penyaluran susulan apabila dibutuhkan secara berkelanjutan.
“Langkah yang dilakukan ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan air,” pungkasnya.
Sebagai informasi, peralatan operasional yang dosediakan diantaranya profil tank dan jerigen sedangkan transportasi pengangkut berupa 1 unit truck grandong dirakit menyerupai mobil milik masyarakat setempat serta waktu tempuh dari dan menuju lokasi penyuran air kurang lebih 1 jam pada Senin (14/9) kemarin.(red).
















