SOFIFI, iT- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Polisi Arif Budiman, melaksanakan panen perdana melon hidroponik menjadi bagian untuk mendorong pemanfaatan lahan terbatas sebagai pengembangan tanaman pangan sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi personel Polri dan masyarakat di halaman depan lapangan apel Mapolda di Gedung Mohammad Jasin, Sofifi pada Rabu (16/9).
Kapolda Maluku Utara menyatakan, lahan yang terbatas tetap dapat dimanfaatkan secara produktif melalui sistem hidroponik, baik untuk tanaman buah maupun sayuran.
“Dengan memanfaatkan lahan yang minim, kita bisa memaksimalkan tanaman buah-buahan maupun sayur-sayuran. Sehingga mungkin bisa menambah penghasilan bagi anggota dan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, Sofifi memiliki potensi yang cukup baik untuk pengembangan budidaya melon. Karena itu, Jenderal bintang dua itu berharap, pola hidroponik yang dikembangkan Polda dapat diikuti masyarakat di wilayah lain di Maluku Utara.
“Saya berharap masyarakat bisa ikut mengembangkan pola hidroponik ini, sehingga potensi yang cukup bagus di Maluku Utara ini bisa diikuti oleh seluruh masyarakat,” ucapnya.
Airf juga mendorong personel Polri menjadikan budidaya hidroponik sebagai keterampilan yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan. Keterampilan tersebut, lanjut orang nomor satu Polda Maluku Utara itu dapat diterapkan di pekarangan rumah hingga menjadi bekal usaha ketika anggota memasuki masa pensiun.
“Ini salah satu peluang. Kalau mau tekun dan mau belajar, kita kasih kesempatan belajar sehingga ke depan dia bisa mengembangkan di pekarangan rumahnya. Kemudian bisa menjadi bekal nanti pada saat pensiun,” tuturnya.
Kapolda menyebut, dalam panen perdana itu, terdapat enam varian melon yang dikembangkan. Empat varian di antaranya telah dicicipi dan mendapat respons positif.
Kata dia, melon hasil budidaya tersebut memiliki rasa manis. Tanaman tersebut juga bisa dikembangkan di dalam greenhouse sehingga lebih terlindungi dari serangan hama.
Arif juga berharap produksi melon hidroponik dapat terus dikembangkan hingga mampu menyasar pasar yang lebih luas.
“Kalau ini bisa kita kembangkan, tentunya pasar banyak yang berpeluang untuk menerima hasilnya. Nanti kalau sudah kita kembangkan, akan terus kita kembangkan dan sosialisasikan kepada masyarakat,” akunya.
Kapolda mengaku, hasil panen perdana kemudian dibagikan kepada anggota dan sejumlah pihak sebagai bagian dari pemanfaatan hasil budidaya.
“Saya berharap pengembangan hidroponik tidak berhenti pada kegiatan panen perdana, tetapi dapat menjadi model pemanfaatan lahan terbatas yang produktif sekaligus membuka peluang ekonomi bagi personel kepolisian dan masyarakat,” pungkas Alumni Akpol 1994 itu.(red).
















