Daerah  

BWS Maluku Utara Peringati Maulid Nabi, Budi Prasetyo Berharap Kita Semua Bekerja dengan Jujur

Kepala BWS Maluku Utara, Budi Prasetyo, saat memberikan sambutan.(Dok.istimewa).
banner 120x600

TERNATE, iT- Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara menggelar memperingatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Gedung Serbaguna Aula Gamalama, Ternate pada Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BWS Maluku Utara Budi Prasetyo, Al-Mukarram Ustaz Muhammad M. Saleh Sakola, para kepala satker, PPK, pejabat SPM, bendahara, serta jajaran Dharma Wanita Persatuan BWS Maluku Utara.


Ketua Panitia Maulid Nabi, M. Fardan Saleh mengatakan, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk meningkatkan keteladanan terhadap akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam menanamkan nilai kejujuran dan amanah di lingkungan kerja.

Menurutnya, Maulid Nabi tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi harus menjadi momentum untuk mempelajari dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

“Pada hakikatnya, Maulid ini seharusnya tidak hanya kita peringati setahun sekali, tetapi kalau bisa setiap hari, bahkan setiap menit dan setiap detik yakni dengan cara bersalawat kepada Nabi, mengenang Nabi dan selalu mempelajari sirah-sirah beliau sehingga bisa mencontoh akhlak dan perilaku beliau,” ujarnya.

Kata dia, meski pelaksanaan Maulid Nabi BWS Maluku Utara sempat tertunda, kegiatan tersebut tetap dilaksanakan dalam bulan Rabiul Awal.

“Yang terpenting bukan semata-mata ketepatan waktu pelaksanaan, melainkan esensi dan hikmah yang dapat diambil dari peringatan tersebut. Maulid ini tidak harus tepat waktu, tetapi yang penting adalah esensinya dan hikmah yang bisa kita petik,” tuturnya.

Fardan juga menyampaikan, apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kita berharap seluruh dukungan yang diberikan menjadi amal saleh sekaligus bentuk kecintaan dan keteladanan kepada Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BWS Maluku Utara, Budi Prasetyo mengajak seluruh jajaran dan pegawai menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk melakukan refleksi diri dan meneladani akhlak Rasulullah dalam menjalankan tugas.

Ia juga berharap peringatan tersebut tidak berhenti sebagai rutinitas tahunan, tetapi mampu memberikan nilai dan perubahan dalam kehidupan maupun pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Saya hanya mengharapkan supaya acara Maulid Nabi ini tidak hanya jadi rutinitas tahunan. Tapi kita juga bisa untuk refleksi diri, termasuk juga untuk bisa meneladani akhlak dari Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam lingkungan kerja melalui empat sifat utama, yakni siddiq, amanah, fathanah, dan tabligh. Budi juga berharap nilai-nilai tersebut menjadi pedoman bagi seluruh pegawai BWS Maluku Utara dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

“Semoga kita semua bisa bekerja dengan jujur, dengan amanah dengan fathanah, secara cerdas, maupun kita bisa memberi kebaikan-kebaikan bagi kita semua,” ucapnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pegawai yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. Ia mengaku, pelaksanaan Maulid Nabi berada di luar ekspektasinya karena dikemas dengan baik.

“Ini di luar ekspektasi saya. Saya pikir sederhana pak, ternyata luar biasa sekali disiapkan sama teman-teman. Sekali lagi terima kasih banyak atas usahanya teman-teman semua,” ujarnya.

Kepala BWS juga mengapresiasi penampilan selawat yang dibawakan oleh para pegawai BWS Maluku Utara. Menurutnya, penampilan tersebut menunjukkan potensi dan kreativitas yang dimiliki jajaran internal BWS.

“Shalawat tadi ternyata karyawan-karyawan kita semua, luar biasa. Ternyata kita tidak perlu sewa di luar. Di sini saja sudah pasukannya Pak Fadlan, multifungsi,” katanya.

Terpisah dalam tausiyahnya, Ustaz M. Saleh Sakola menyampaikan, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, terdapat banyak nilai kehidupan yang dapat dipetik dari perjalanan Rasulullah SAW.

Ia menjelaskan, 12 rabiul awal mengingatkan umat Islam pada sejumlah peristiwa penting dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, termasuk kelahiran, perjalanan dakwah hingga wafatnya Rasulullah SAW.

“Bukan cuma peristiwa lahirnya Baginda Rasulullah SAW, tapi ada empat peristiwa yang diingatkan kita. Lahir, dewasa, lalu memperbaiki nasib, terakhir pasti semua mati,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap peringatan Maulid Nabi dapat menjadi sarana introspeksi dan memperbaiki kepribadian masing-masing.

“Mudah-mudahan dengan peringatan ini tidak sekadar seremonial, tapi sesungguhnya kita bisa memetik sedikit sehingga kita tergolong orang-orang yang Insyaallah kepribadian kita menunjukkan baik dalam berumah tangga, bertetangga, bermasyarakat, bernegara,” katanya.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW perlu diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam keluarga, lingkungan sosial maupun kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an menjadi pedoman utama bagi umat islam dengan tuntunan yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

“Salawat dan salam atas junjungan kita Nabiullah Muhammad Rasulullah SAW, para sahabat dan keluarga beliau, di mana tuntunan dan bimbingan melalui kitab Allah, Al-Qur’an,” ujar mengakhiri.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *