TERNATE, iT- Tim Satuan Kerja Non-Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, melakukan peninjauan lokasi untuk memastikan pekerjaan pengendali sedimen Sungai Kastela, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, berjalan sesuai rencana dan dapat diselesaikan tepat waktu.
Pekerjaan pembangunan pengendali sedimen Sungai Kastela memiliki fungsi strategis dalam mengendalikan sedimen sekaligus mengurangi energi aliran, khususnya dalam menghadapi potensi banjir bandang yang membawa material atau aliran debris dari lereng Gunung Gamalama.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai 2 BWS Maluku Utara, Irwan menyampaikan, peninjauan lapangan dilakukan secara intensif untuk memastikan pekerjaan pembangunan sedimen Sungai Kastela terus digenjot. Kata dia, sehingga penyelesaiannya pekerjaan dapat sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.
“Pembangunan Sabo Dam Kastela terus dikebut sebelum memasuki musim penghujan. Bangunan ini berfungsi sebagai pengendali sedimen dan mengendapkan material. Seperti kita ketahui, Kota Ternate memiliki karakteristik geografis dengan sejumlah titik aliran sungai atau barangka yang rawan terhadap ancaman banjir bandang berulang,” ucapnya pada Minggu (4/10).
Lanjutnya, sampai saat ini progres pekerjaan pembangunan Sabo Dam atau Sedimen di Kelurahan Kastela telah mencapai 75 persen. Menurutnya, percepatan pekerjaan menjadi penting mengingat fungsi infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan upaya pengurangan risiko bencana, terutama saat intensitas hujan meningkat dan berpotensi memicu aliran material dari kawasan lereng Gunung Gamalama.
“BWS Maluku Utara melalui SNVT PJSA Maluku Provinsi Maluku Utara terus berkomitmen untuk mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur sumber daya air ini demi terwujudnya rasa aman bagi masyarakat luas,” ujar mengakhiri.(red).















