Daerah  

Asap Karhutla Selimuti Ternate, Sekda: Besok Selasa Sekolah Semuanya Diliburkan

Suasana pemadamaan kebakaran di TPA Buku Deru-deru, Ternate.(Dok.Humas Pemkot).
banner 120x600

TERNATE, iT- Pemerintahan Kota (Pemkot) Ternate mengevaluasi perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sekaligus memperkuat langkah perlindungan masyarakat dari paparan asap yang masih menyelimuti wilayah Kota Ternate, Maluku Utara.

Berdasarkan hasil pemantauan, sekitar 70 persen area terbakar di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buku Deru-deru, Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, telah tertangani, sementara 30 persen lainnya masih menjadi fokus pemadaman.

Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga Ketua Posko Tanggap Darurat Karhutla Kota Ternate, Rizal Marsaoly menjelaskan, tim gabungan terus bekerja sejak kebakaran terjadi pada 3 Oktober 2026. Penanganan dilakukan dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, TNI-Polri, Basarnas, dan unsur terkait lannya yang mendukung melalui pengerahan personel maupun armada operasional.

“Dari hasil presentasi tadi, kurang lebih sudah 70 persen area terbakar itu sudah bisa dikendalikan. Masih ada 30 persen lainnya yang dalam sisa waktu masa tanggap darurat ini akan kami upayakan untuk dipadamkan atau diselesaikan, terutama area yang masih mengeluarkan asap tebal,” ucapnya usai memimpin Rapat Evaluasi Karhutla, Senin (12/10).

Ia menyebutkan, asap yang masih muncul menjadi salah satu perhatian utama karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Pemerintah akan terus mengevaluasi kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah penanganan lanjutan sesuai kebutuhan.

Kata dia, masa tanggap darurat karhutla dijadwalkan berakhir pada Jumat (16/10/2026). Namun, pemerintah akan mempertimbangkan perpanjangan selama tujuh hari apabila hasil pemantauan pada Kamis atau Jumat masih menunjukkan adanya titik api maupun kebutuhan penanganan lanjutan.

“Selain pemadaman, pemerintah mengambil langkah antisipasi terhadap dampak asap, terutama bagi kelompok masyarakat rentan,” jelasnya.

Rizal menyampaikan, Wali Kota Ternate telah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan untuk meliburkan seluruh siswa di Kota Ternate mulai Selasa (13/10) hingga Kamis (15/10).

Menurutnya, keputusan tersebut merupakan langkah pencegahan agar anak-anak tidak melakukan aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara belum membaik. Sekda juga meminta orang tua mendukung kebijakan tersebut dengan memastikan anak-anak tetap berada di rumah selama masa libur sekolah.

“Mulai besok (Selasa,red) sampai tanggal 15, anak-anak sekolah semuanya diliburkan. Ini sebagai langkah ikhtiar agar mereka tidak melakukan aktivitas di luar ruangan terlebih dahulu,” ujar mantan
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelotbangda) Kota Ternate itu.

Sekda menyatakan, asap yang menyelimuti Ternate tidak hanya diduga berasal dari kawasan Takome. Sejumlah kebakaran hutan di wilayah Halmahera juga dimungkinkan memengaruhi penyebaran asap ke Kota Ternate akibat pergerakan angin.

“Kondisi tersebut menjadi pertimbangan pemerintah dalam meningkat kewaspadaan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ternate, Fathiyah Suma menjelaskan, langkah mitigasi telah dilakukan menyusul hasil pengukuran kualitas udara di sejumlah rumah penduduk yang menunjukkan nilai di atas kondisi normal. Situasi tersebut perlu diwaspadai karena paparan asap berisiko terhadap kesehatan, khususnya bagi lanjut usia, anak-anak, dan ibu hamil.

“Dengan situasi tanggap darurat yang diberlakukan akibat karhutla di TPA Buku Deru-Deru, masyarakat perlu melakukan mitigasi untuk mengurangi kemungkinan terpapar asap. Hasil uji kualitas udara di rumah-rumah penduduk masih menunjukkan nilai di atas normal,” jelasnya.

Kata dia, Dinas Kesehatan telah menginstruksikan seluruh Puskesmas untuk bersiaga dan melakukan upaya pencegahan di wilayah kerja masingmasing.

“Pada Senin pagi, petugas Puskesmas juga turun ke wilayah sekolah untuk membagikan masker kepada siswa. Terdapat sekitar 42 ribu siswa mulai dari taman kanak-kanak, pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas di Kota Ternate yang menjadi perhatian dalam upaya mitigasi paparan asap,”
ungkapnya.

Fathiyah juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara belum membaik. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker. Masyarakat yang memiliki riwayat asma atau mengalami gejala sesak napas juga disarankan segera mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Keadaan udara di luar saat ini tidak sehat. Karena itu, masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker apabila harus keluar, dan tetap memantau kondisi kesehatan,” imbaunya.

Sebagai informasi, sebagai bagian dari dukungan logistik kesehatan, sebanyak 10.000 masker telah diterima dari Pusat Krisis Bencana pada Senin (12/10). Masker tersebut akan didistribusikan ke seluruh wilayah kerja melalui dukungan instalasi farmasi di Kota Ternate. Pemkot Ternate mengajak masyarakat mematuhi imbauan kesehatan, mendukung kebijakan libur sekolah, serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan penanganan karhutla. Upaya pemadaman dan pemantauan kondisi udara akan terus dilakukan untuk mengurangi dampak asap dan melindungi keselamatan masyarakat.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *