Hukrim  

GO Triwulan III, Kapolda Ingatkan PJU dan Kapolres Lebih Giat Jalankan Program Kapolri

Kapolda didampingi Wakapolda pimpin kegiatan GO Triwulan III tahun 2026.(Dok.Humas Polda).
banner 120x600

TIDORE, iT- Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, mengingatkan seluruh Pejabat Utama (PJU) dan Kapolres jajaran di 10 Kabupaten dan Kota lebih giat menjalankan program Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto saat melakukan evaluasi terhadap kinerja pada kegiatan Gelar Operasi (GO) Triwulan III Tahun 2026.

Kegiatan Gelar Operasi yang dilakukan dengan Analisis dan Evaluasi (Anev) Gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Tahun 2026 tersebut berlangsung di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku Utara pada Senin (2/11).

Kegiatan tersebut bertema “Mewujudkan Polri Bersama Masyarakat dalam Mengelola Harkamtibmas di Polda Maluku Utara yang Aman, Damai dan Kondusif”.

Kapolda Maluku Utara, menegaskan bahwa pelaksanaan Gelar Operasi Triwulan III bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi pengingat bagi seluruh jajaran agar semakin meningkatkan pelaksanaan program prioritas Kapolri.

“Hari ini kita melaksanakan GO Triwulan III. Tidak ada hal lain, khususnya untuk mengingatkan agar kita lebih giat lagi dalam menjalankan program-program bapak Kapolri, termasuk delapan program Kapolri yang harus ditingkatkan,” ucapnya.

Ia menyampaikan, evaluasi tersebut juga menindaklanjuti informasi dan arahan Kapolri terkait hasil pelaksanaan berbagai kegiatan di jajaran kewilayahan. Makanya, seluruh satuan kerja diminta memperhatikan capaian kinerja serta meningkatkan pelaksanaan program yang telah ditetapkan.

Selain itu, lanjutnya, secara khusus mengevaluasi kinerja para Pejabat Utama Polda Maluku Utara dan seluruh Kapolres jajaran. Sehingga, evaluasi tersebut mencakup penanganan berbagai persoalan keamanan, terutama konflik sosial yang sampai ini belum terselesaikan di sejumlah kabupaten.

“Saya meminta para Kapolres dan pejabat terkait segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan setiap persoalan yang menjadi atensi pimpinan. Jadi ada hal-hal atau kasus-kasus yang menjadi atensi, terutama konflik-konflik sosial yang belum teratasi atau belum selesai, segera mengambil langkah untuk diatasi dan diselesaikan,” pungkasnya.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *