TIDORE, iT- Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman, mengajak kepada siswa/siswi SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan (Tikep) stop bullying (perundungan) saat melaksanakan kegiatan Quick Wins I melalui program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) pada Senin (2/11).
Kegiatan yang berlangsung di lapangan SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan tersebut diikuti oleh Kepala Sekolah (Kepsek), dewan guru, serta para siswa-siswi.
Kapolda Maluku Utara bertindak sebagai pembina upacara sekaligus menyampaikan amanat kepada seluruh peserta upacara mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, khususnya perundungan atau bullying.
Kapolda menyampaikan, kehadiran jajaran Polda melalui program Polisi Peduli Pendidikan merupakan wujud pelaksanaan program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Melalui program ini, lanjutnya, Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut melindungi, mendampingi, serta membangun karakter generasi muda.
“Perundungan bukan sekadar candaan atau gurauan antarteman, melainkan tindakan yang dapat menimbulkan dampak serius terhadap kondisi psikologis, kepercayaan diri, hingga prestasi belajar korban,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan, bahwa perundungan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, verbal, sosial, hingga perundungan siber (cyberbullying) melalui media sosial dan platform digital.
Kapolda kemudian memberikan tiga pesan penting kepada para pelajar. Pertama, kepada siswa yang melakukan perundungan agar segera menghentikan segala bentuk tindakan tersebut dan belajar menghargai sesama. Kedua, kepada para korban agar tidak takut untuk berbicara dan segera melaporkan kepada guru, orang tua, maupun pihak kepolisian. Ketiga, kepada para saksi agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi berani membantu korban dan melaporkan tindakan perundungan.
Orang nomor satu Polda Maluku Utara itu juga mengingatkan bahwa tindakan perundungan bukan persoalan sepele, karena dalam kondisi tertentu dapat menimbulkan konsekuensi hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Untuk itu, Kapolda juga mengajak kepala sekolah dan seluruh dewan guru untuk meningkatkan pengawasan terhadap interaksi antarsiswa serta menyediakan ruang pengaduan yang aman agar setiap siswa dapat menyampaikan permasalahan tanpa rasa takut.
“Kepada seluruh pelajar, saya berpesan agar senantiasa menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, bermoral, menjunjung tinggi toleransi, serta saling menghargai,” ujarnya.
Kapolda mengajak seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan untuk bersama-sama mendukung program Polisi Peduli Pendidikan dengan menyuarakan semangat “Stop Bullying! Wujudkan Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Berprestasi!”
“Polda Maluku Utara berharap terbangun kesadaran bersama antara pihak kepolisian, tenaga pendidik, dan para pelajar untuk menciptakan lingkungan sekolah yang positif, aman, serta mendukung lahirnya generasi muda Maluku Utara yang unggul dan berintegritas,” pungkasnya.(red).















