Hukrim  

Empat Pekerja Pertamina Ternate dan Subkontraktor Diduga Curi 500 Liter BBM, Diproses Polisi

Kantor PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate.(Dok.istimewa).
banner 120x600

TERNATE, iT- Kepolisian Sektor (Polsek) Ternate Pulau, Kota Ternate, mengungkap kasus dugaan pencurian bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 400 hingga 500 liter yang di jual ke sejumlah kios yang menyeret empat pekerja di lingkungan PT Pertamina (Persero) Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, Maluku Utara (Malut).

Keempat orang pekerja itu masing-masing berisial M alias Mardani dan R alias Rafael selaku pekerja dari BUMN/Pertamina serta A alias Arisandi dan RS alias Riskam Suhaidir selaku pekerja subkontraktor.

Hal itu disampaikan langsung Kapolsek Ternate Pulau, Iptu Lukman Umasugi pada Rabu (14/10).

Ia menjelaskan, kasus dugaan tersebut terungkap setelah pihak Pertamina mencurigai gerak-gerik salah satu pekerja pada Juli lalu. Kecurigaan itu, kemudian ditindaklanjuti dengan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV.

“Menurut pelapor, kejadian itu sekitar bulan Juli. Awalnya mereka curiga dengan gerak-gerik seseorang. Besoknya, mereka mengecek CCTV dan mengenali salah satu pelaku dari ciri-cirinya, karena menggunakan sepatu karyawan untuk area Pertamina,” jelasnya.

Kapolsek mengungkapkan, setelah identitas pekerja yang dicurigai diketahui, pihak Pertamina memanggil dan menginterogasi yang bersangkutan. Dari pemeriksaan itu, lanjutnya, pekerja tersebut mengakui perbuatannya dan menyebut ada empat orang yang terlibat dalam pengambilan minyak. Kemudian melakukan penyelidikan dan memeriksa keempat orang tersebut.

“Mereka bersikap kooperatif dan mengakui keterlibatan dalam perkara itu.Jadi, kami panggil empat orang itu. Mereka kooperatif dan mengakui bahwa yang melakukan itu adalah mereka berempat,” tegasnya.

Lukman menyatakan, dua orang merupakan pekerja di bawah naungan BUMN, sedangkan dua lainnya bekerja melalui perusahaan subkontraktor. Dua pekerja subkontraktor itu adalah A alias Arisandi dan RS alias Riskam Suhaidir. Menurutnya, berdasarkan keterangan minyak yang diduga diambil tersebut kemudian dijual ke sejumlah kios.

“Jadi, minyak itu mereka ambil dan jual di kios-kios,” katanya.

Dalam pengungkapan kasus ini, kata dia, jumlah minyak yang diduga diambil berdasarkan pengakuan para pekerja mencapai sekitar 400 hingga 500 liter. Namun, volume pasti BBM yang hilang dan nilai kerugian Pertamina belum dapat dihitung. Pasalnya, minyak tersebut diduga diambil bukan langsung dari tangki penyimpanan, melainkan dari sisa BBM pada saluran atau keran pompa.

“Jumlah yang pasti berdasarkan pengakuan pelaku kurang lebih 400 atau 500 liter. Tetapi dari pihak Pertamina juga tidak bisa memprediksi jumlah total kerugiannya,” jelasnya.

Ia mengaku, pihak Kepolisian telah meminta klarifikasi kepada Pertamina untuk memastikan jumlah BBM yang diduga diambil. Namun, perusahaan tersebut belum dapat memberikan angka pasti terkait volume minyak maupun kerugian yang ditimbulkan.

Lukman mengungkapkan, berkas perkara tersebut sebelumnya telah diserahkan tahap pertama kepada jaksa. Namun, berkas dikembalikan dengan petunjuk P-19 sehingga penyidik harus melengkapi sejumlah kekurangan, terutama mengenai kepastian jumlah BBM yang diduga diambil.

“Berkas kami sudah tahap satu, kemudian ada P-19. Kami tanyakan kembali terkait jumlah pastinya, tetapi dari Pertamina menyampaikan mereka tidak bisa memprediksi jumlah pasti. Insyaallah, berkas akan kami lengkapi dan kirim kembali,” ujarnya.

Lanjutnya, laporan perkara ini disampaikan langsung oleh perwakilan Pertamina. Sementara itu, terkait kemungkinan adanya arahan dari atasan kepada pelapor, ia mengaku, pihaknya tidak mengetahui hal tersebut.

Kapolsek menambahkan, penyidik berupaya melengkapi berkas perkara agar proses hukum dapat berlanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

“Dugaan pencurian BBM ini menjadi sorotan karena melibatkan empat pekerja dan jumlah minyak yang disebut mencapai ratusan liter, sementara nilai kerugian perusahaan masih belum diketahui secara pasti,” pungkasnya.

Semenetara itu, pihak PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate dan subkontraktor masih terus dilakukan upaya konfirmasi wartawan media ini terkait hal tersebut.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *