TERNATE, iT- Masyarakat Kota Ternate, Maluku Utara dan pengguna jalan diimbau agar meningkatkan kesadaran dalam berlalu lintas untuk menimalisir risiko kecelakaan menjelang pelaksanaan Operasi Patuh (Ops) Kie Raha yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026 mendatang.
Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto menyampaikan, operasi kepolisian yang berlangsung selama 14 hari tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, menekan angka pelanggaran, serta meminimalkan risiko kecelakaan di jalan raya.
Anita juga menegaskan, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, setiap pengguna jalan diharapkan tidak hanya mematuhi peraturan, tetapi juga mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta selalu mengutamakan etika dan kehati-hatian saat berkendara,” ucapnya, Rabu (21/10).
Orang nomor satu Polres Ternate itu juga mengingatkan masyarakat agar menghindari berbagai pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Ia mengungkapan, operasi Patuh ini ada bebepara pelanggaran yang menjadi sasaran ditindak personel, diantaranya tidak menggunakan helm berstandar SNI, tidak memakai sabuk pengaman, menggunakan telepon seluler saat berkendara, melawan arus, berkendara di bawah umur atau tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM), menggunakan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, serta mengemudi di bawah pengaruh alkohol.
“Operasi Patuh Kie Raha 2026 akan mengedepankan pendekatan edukatif, preventif, dan persuasif guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas,” tuturnya.
“Penegakan hukum juga akan dilaksanakan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik statis maupun mobile,” sambungnya.
Ia mengaku, selain melakukan penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan, petugas juga akan memberikan edukasi dan teguran secara humanis sebagai upaya membangun kesadaran serta budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
“Selain penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, kami juga akan memberikan edukasi dan teguran humanis kepada masyarakat sebagai bentuk pembinaan agar tercipta budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat,” ujarnya.
Polres Ternate berharap melalui Operasi Patuh Kie Raha 2026 seluruh masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan di jalan raya dengan melengkapi surat-surat dan kelengkapan kendaraan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan daripada kecepatan.(red).















