TERNATE, iT – Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara) telah melakukan Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Mutu Internal (AMI).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya universitas dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memastikan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berjalan optimal dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan menghadirkan narasumber dari PTS Mitra (Mentor) Universitas Hayam Wuruk Perbanas (UHW Perbanas) Surabaya, Dr. Nurul Hasanah Uswati Dewi, SE., M.Si. dan Diana Oktarina, SE., MM, yang berlangsung pada Rabu (12/11).
Dua pemateri tersebut, memberikan pendampingan intensif kepada peserta terkait konsep, mekanisme, serta praktik pelaksanaan audit mutu internal di perguruan tinggi. Pelatihan ini melibatkan dosen dan tenaga kependidikan Unutara yang telah ditetapkan sebagai calon auditor mutu internal.
Selain mendapatkan pemahaman teoritis mengenai kebijakan dan sistem penjaminan mutu, peserta juga mengikuti praktik audit langsung sebagai bagian dari proses sertifikasi auditor mutu internal.
Wakil Rektor I Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara Bidang Akademik, Sunaidin Ode Mulae, dalam sambutan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Pelatihan dan sertifikasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya mutu di lingkungan kampus. Auditor mutu internal memiliki peran penting dalam memastikan sistem penjaminan mutu berjalan secara efektif, profesional, dan berkelanjutan,” ungkapnya, Kamis (13/11).
Sementara itu, Dr. Ade Haerullah, yang juga selaku tebaga mengajar di Unutara mengaku kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kesadaran seluruh sivitas akademika terhadap pentingnya sistem penjaminan mutu.
“Pelatihan ini tidak hanya memperkaya pemahaman peserta tentang SPMI, tetapi juga membentuk sikap profesional sebagai auditor yang objektif dan kritis. Melalui praktik audit yang langsung dipandu oleh narasumber berpengalaman, para peserta belajar bagaimana menilai proses secara komprehensif, menemukan ruang perbaikan, serta memberikan rekomendasi berbasis data,” akunya.
Dirinya bilang. kegiatan seperti ini berperan penting dalam merekonstruksi budaya mutu yang tumbuh dari bawah (bottom-up culture), bukan sekadar bersifat administratif.
“Budaya mutu yang kuat lahir ketika seluruh elemen universitas terlibat aktif dan memiliki kesadaran bersama untuk meningkatkan kualitas. AMI adalah salah satu cara efektif untuk menanamkan semangat kolektif di lingkungan kampus,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, Ade Haerullah dan rekan dosen lainnya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Rektor Unutara, bapak Dr. M Nasir Tamalene, M.Pd yang telah menunjukkan komitmen dan kerja keras dalam memajukan Unutara.
“Kami para dosen sangat mengapresiasi kepemimpinan bapak Rektor yang senantiasa berupaya menghadirkan program-program penguatan mutu seperti ini. Bapak Rektor bukan hanya menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga memberi ruang partisipasi bagi seluruh dosen untuk tumbuh bersama dalam budaya mutu yang sehat dan kolaboratif,” tandasnya. (red).
















