Daerah  

Proyek BWS Maluku Utara, Desa Duono Raup Keuntungan dari Material Batu

Kepala Desa Douno, Demarion Sulo.(Dok.istimewa).
banner 120x600

JAILOLO, iT- Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Duono, Kecamatan Tobaru, Kabupaten Halmahera Barat, raup keuntungan yang masuk sebagai pendapatan asli desa (PAD) dari sektor pengambilan material batu di wilayahnya dari proyek Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara.

Pendapatan itu disampaikan langsung oleh, Kepala Desa (Kades) Douno, Demarion Sulo, Rabu (10/6).

“Terkait pengambilan material batu di Desa Duono sangat membantu masyarakat. Begitu juga sedimen yang diangkat ini juga sangat membantu masyarakat untuk penanggulangan bencana banjir di Desa Duono,” tuturnya.

Ia menjelaskan, material batu yang diambil itu wilayah Desa Douno masuk sebagai pendapatan asli desa (PAD) yang dikelola langsung Bumdes.

“Masuk sebagai PAD ke Bum desa. Bum desa Duono ini baru terbentuk di tahun 2026. Sehingga sampai saat ini memang pengelolaan terkait dengan material yang ada di kali Duono di kelola Bumdes salah satunya material batu,” katanya.

Menurutnya, untuk banjir di Desa Duono sebelum diangkat sedimen pada tahun 2025 air sempat meluap dan satu rumah korban. Jadi pekerjaan ini sangat membantu warga masyarakat Desa Duono. Kata dia, karena banjir sudah beberapa kali dengan itensitas hujan mulai dari Januari 2025 sampai saat ini tinggi.

“Tapi banjir sudah tidak lagi menjadi salah satu beban atau musibah yang menimpah masyarakat di Desa Duono, termasuk kemarin rumah yang terendam banjir,” jelasnya.

Kades juga membantah terkait isu pekerjaan atau pengambilan material ini tidak membantu masyarakat sekitar. Menurutnya, kalau adanya isu itu beredar berarti hoaks.

“Tanggapan saya selaku pemerintah desa (Pemdes) itu isu hoaks atau isu yang tidak betul. Karena sampai saat ini memang apa yang kami dapatkan sudah dibayarkan oleh pihak perusahan pekerjaan/pengambilan material,” ucapnya.

“Sehingga adanya isu tidak membantu masyarakat itu hoaks, karena ini sangat membantu masyarakat. Apalagi sedimen diangkat sehingga banjir tidak meluap lagi seperti di tahun sebelumnya, jadi sangat sangat membantu,” sambungnya.

Kades menambahkan, BWS datang sebagai tanggap darurat. Sebelumnya juga dari BWS pengerukan sedimen yang ada atau normalisasi kali/sungai.

“Saat ini pengambilan material, tapi bagian dari potensi yang masuk ke Desa di kelola langsung Bumdes,” pungkasnya.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *