Hukrim  

Satu Mahasiswi Meninggal dan Tiga Luka-Luka, Satlantas Polres Ternate Selidiki Sistem Pengereman Kendaraan

Truk Mixer terbalik usai menabrak tempat usaha fotokopi warga.(Dok.istimewa).
banner 120x600

TERNATE, iT- Penyidik Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ternate, Maluku Utara, selidiki gangguan sistem pengereman kendaraan atas kasus dugaan insiden kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara, mengakibatkan satu mahasiswi meninggal dunia.

Insiden nahas itu terjadi pada Sabtu (24/10) pagi tadi yang melibatkan satu unit truk mixer atau truk molen, satu mobil Toyota Innova, dan tiga sepeda motor. Insiden tersebut juga mengakibatkan satu orang perempuan meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp75 juta. Seorang perempuan yang juga mahasiswi berinisial M.L.Z meninggal dunia dan AM, ZS serta F korban selamat yang masih menjalani perawatan medis.

Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto, melalui Kasi Humas, Iptu Ekan Mukadar, menjelaskan kecelakaan tersebut melibatkan truk mixer berwarna hijau bernomor polisi B 9067 HI, mobil Toyota Innova berwarna hitam bernomor polisi DG 2852 TZS, serta tiga sepeda motor yang sedang terparkir di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan awal, lanjutnya, kecelakaan bermula ketika truk mixer yang dikemudikan seorang pria berinisial M.M.T. melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sedang.

“Saat hendak berbelok ke arah timur, kendaraan diduga mengalami gangguan sistem pengereman atau rem terkunci (brake lock),” jelasnya.

Akibat gangguan tersebut, kata dia, truk melaju tidak terkendali hingga mencapai area di belakang Kampus I Universitas Khairun (Unkhair). Kemudian kendaraan menabrak mobil Toyota Innova dan tiga sepeda motor yang sedang terparkir, serta menghantam usaha fotokopi warga dan toko kelontong yang berada di sisi utara jalan. Truk tersebut selanjutnya terguling ke sisi kiri.

“Akibat kejadian itu, seorang perempuan berinisial M.L.Z. yang berada di depan tempat usaha fotokopi meninggal dunia,” ungkapnya.

“Sementara itu, tiga korban lainnya mengalami luka-luka berknsial A.M. yang mengalami pembengkakan pada kepala dan tangan kiri serta luka lecet pada tangan dan kaki, Z.S. yang mengalami luka robek di kepala, luka pada telinga, dan nyeri punggung akibat tertimpa reruntuhan bangunan serta F yang mengalami nyeri dada akibat benturan,” sambungnya.

Juru bicara Polres Ternate itu menyatakan, seluruh korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Chasan Boesoirie (RSUD CB) Ternate untuk mendapatkan penanganan medis.

“Selain itu, petugas juga mengamankan tiga unit sepeda motor yang terlibat dalam kecelakaan tersebut sebagai barang bukti untuk kepentingan penanganan lebih lanjut. Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, kecelakaan ini mengakibatkan kerusakan pada sejumlah kendaraan serta bangunan usaha milik warga,” tuturnya.

Ia mengaku, berdasarkan kesimpulan sementara dalam penanganan awal, dugaan kelalaian pengemudi truk menjadi salah satu aspek yang ditelusuri dalam peristiwa tersebut.

“Penyebab pasti kecelakaan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut, termasuk terkait dugaan gangguan sistem pengereman kendaraan,” jelasnya.

Atas kejadian itu, Polres Ternate mengimbau seluruh pengemudi agar memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum digunakan, khususnya kendaraan berat yang membutuhkan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pengereman, kemudi, dan komponen keselamatan lainnya.

“Pengemudi juga diminta selalu mengutamakan keselamatan serta menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan kendaraan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Polres Ternate menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia dan berharap korban yang mengalami luka-luka segera pulih.

“Kepolisian akan melakukan penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas menutup.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *