Tradisi Penyambutan dan Pelepasan Kapolda Maluku Utara di Mapolda Sofifi

Suasan upacara penyerahan Pataka hingga Parade penyambutan dan pelapas Kapolda.(Dok.Humas Polda/istimewa).
banner 120x600

SOFIFI, iT- Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut), menggelar upacara parade penyambutan dan pelepasan/perpisahan Kapolda Maluku Utara dari pejabat lama, Irjen Waris Agono kepada pejabat baru Brigjen Polisi Arif Budiman.

Upacara Welcome and Farewell Parade (Parade Penyambutan dan Perpisahan) yang berlangsung di lapangan apel Catur Prasetya di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sofifi, Sabtu (23/5).

Pejabat lama, Irjen Polisi Waris Agono menyatakan, penyerahan pataka “Fodudara Ngon Moi-Moi” Polda Maluku Utara kepada pejabat baru ini sebagai simbol kehormatan, tanggung jawab dan keberlanjutan kepemimpinan di lingkungan Polda Malut.

Jenderal bintang dua itu mengakui, pataka Polda Maluku Utara bukan sekedar lambang kesatuan, namun mengandung filosofi persaudaraan, kebersamaan dan soliditas dalam dalam pengabdian nilai budaya Maluku Utara. Ia juga menjelaskan, makna dari masing-masing kata Fodudara Ngon Moi-Moi menjadi landasan moral bagi seluruh personel Polda Maluku Utara dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

Mantan Wakapolda Sulawesi Tenggara itu menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polda Maluku Utara, tokoh agama, adat hingga masyarakat yang telah mendukung dan kerjasama dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Maluku Utara.

“Sebagai pejabat lama saya menyampaikan selamat bertugas kepada Brigjen Arif Budiman sebagai Kapolda baru dalam melanjutkan estafet kepemimpinan di Maluku Utara,” katanya.

Ia menuturkan, dengan jenjang pendidikan, pengalaman dan kepemimpinan yang dimiliki, Polda Maluku Utara akan semakin maju, profesional dan dicintai masyarakat.

“Meskipun telah memasuki masa purna tugas, namun hubungan silaturahmi dan rasa cinta saya terhadap keluarga besar Polda Maluku Utara akan tetap terjalin,” ujar Waris.

Sementara itu, Kapolda Maluku Utara, Brigjen Polisi Arif Budiman menuturkan, penyerahannya pataka menjadi simbol estafet kepemimpinan, sekaligus simbol tanggung jawab besar dalam menjaga marwah institusi Polri dan melanjutkan pengabdian kepada masyarakat bangsa dan negara.

“Saya menerima amanah ini dengan penuh rasa hormat dan penuh tanggung jawab, karena saya menyadari bahwa tantangan tugas Polri kedepan tidaklah ringan,” katanya.

Selaku Kapolda yang baru, ia mengajak seluruh personel agar terus meningkatkan kualitas kinerja, menjaga disiplin, memperkuat soliditas internal dan membangun budaya kerja yang baik dalam organisasi.

“Setiap anggota harus mampu menjadi contoh yang baik ditengah masyarakat serta menjaga kehormatan institusi Polri,” pungkas menutup. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *