Hukrim  

Wakapolda Maluku Utara Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Tingkatkan kewaspadaan Gangguan Kamtibmas

Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Slamet Hariyadi saat melaksanakan Jumat keliling.(Dok.Humas Polda).
banner 120x600

SOFIFI, iT- Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku Utara Brigjen Pol. Slamet Hariyadi, mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertibaan masyarakat (Kamtibmas) saat melaksanakan kegiatan Jumat Keliling di Masjid Barumadoe, Sofifi pada Jumat (16/10).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Kehadiran jajaran Polda Maluku Utara ini merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan, komunikasi yang humanis, serta penguatan kemitraan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Wakapolda Maluku Utara menegaskan, bahwa keamanan dan ketertiban bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta menghormati setiap perbedaan yang ada.

“Perbedaan suku, agama, golongan, maupun pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Tetapi harus menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan yang harmonis, damai, dan sejahtera,” ujarnya.

Jenderal bintang satu itu juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan Kamtibmas, seperti pencurian, penganiayaan, penyalahgunaan narkoba, perjudian, kekerasan, dan tindak pidana lainnya.

Wakapolda juga mengajak warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, menghidupkan kembali kegiatan ronda, menjaga keamanan tempat tinggal, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan.

“Selain itu, masyarakat juga kami imbau agar bijak dalam menggunakan media sosial dengan tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Penyebaran berita bohong atau hoaks dan ujaran kebencian dapat memicu kesalahpahaman serta merusak persaudaraan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Slamet menyatakan, peran keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur pendidikan juga menjadi perhatian dalam menjaga masa depan generasi muda.

“Kepada seluruh pihak untuk bersama-sama membimbing anak-anak dan remaja agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba, pergaulan berisiko, kekerasan, tawuran, serta berbagai perilaku negatif lainnya,” tuturnya.

Orang nomor dua Polda Maluku Utara itu juga menekankan lepada seluruh personel Polri pentingnya menjalankan tugas secara profesional, humanis, responsif, transparan, dan akuntabel. Setiap anggota Polri, lanjutnya, diharapkan mampu menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan mengedepankan ketulusan, kesabaran, sikap santun, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menjalin komunikasi dengan kepolisian, baik dalam menyampaikan informasi, keluhan, maupun masukan.

“Komunikasi yang terbuka dan hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mencegah serta mengatasi berbagai potensi gangguan keamanan,” jelasnya

Wakapolda menambahkan, melalui kegiatan Jumat Keliling ini, Polda Maluku Utara berharap hubungan silaturahmi dan kemitraan dengan masyarakat semakin erat. Dengan semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong, upaya menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Maluku Utara dapat terus diperkuat.

“Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, membangun kepercayaan publik, serta mendorong terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan harmonis bagi seluruh warga,” ucap menutup.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *