Daerah  

Antisipasi Darurat di Tambang Gosowong, NHM Gelar Program ERT Volunteer

NHM saat menggelar program ERT Volunteer
banner 120x600

TOBELO, iT – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggelar program emergency response team (ERT) volunteer sebagai langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan tambang emas Gosowong.

Program yang sudah dimulai sejak 24 April 2025 ini ditetapkan sebagai kegiatan wajib atau mandatory yang harus diikuti oleh beberapa perwakilan karyawan ditugaskan dari masing-masing departemen.

“Dengan keterampilan yang diperoleh, diharapkan ERT Volunteer mampu melakukan penanganan awal yang efektif, sehingga situasi dapat dikendalikan sebelum memburuk lebih jauh,” ungkap Coordinator Technics ERT, Zakaria Barham, Minggu (11/5).

Zakaria menjelaskan, yang menjadi tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kesadaran karyawan terhadap potensi kondisi darurat serta membekali mereka dengan kompetensi pertolongan pertama yang sesuai dalam mendukung tim ERT NHM apabila terjadi suatu kejadian.

Yang jelas, sambungnya, PT NHM menyadari bahwa dalam situasi darurat, orang terdekat seringkali menjadi penolong pertama sebelum bantuan medis profesional tiba.

“Keberadaan anggota ERT volunteer merupakan salah satu pilar penting dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Walaupun bersifat sukarela, kontribusi mereka memiliki peran strategis,” akunya.

Terpisah, General Manager Geology Resources & Support, Project and Planning, Denny Lesmana, menegaskan pentingnya peran para sukarelawan ini. Untuk itu, para peserta akan mengikuti refresh training setiap bulan untuk meningkatkan keterampilan dan menjaga kesiapan mereka dalam menghadapi situasi darurat. Karena volunteer dapat menjadi garda terdepan sebagai first responder dalam menghadapi situasi darurat dan menyelamatkan nyawa.

“Saat ini ketersediaan personel termasuk tim ERT HSE menjadi lebih terbatas seiring dengan adanya efisiensi operasional. Kondisi ini menambah urgensi keberadaan ERT volunteer, yang bertugas memberikan respons cepat demi meminimalkan potensi kerugian terhadap keselamatan jiwa maupun aset perusahaan serta mendukung proses pemulihan atau recovery pasca kejadian,” tandasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *