Daerah  

Ekonomi Malut Capai 32 Persen, Wapres RI Janji Pemerataan Pembangunan ke Daerah

Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka (Dok: Iki/TVwan)
banner 120x600

TERNATE, iT – Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara berada di 32 persen dengan pertumbuhan terbesar dari industri pengolahan 40 persen.

Pertumbuhan ekonomi tersebut dilihat dari, Provinsi Maluku Utara memiliki potensi besar, baik di laut maupun di darat, apalagi cadangan nikel yang besar serta hasil bumi, pala, cengkeh memiliki kualitas premium.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat pada triwulan II ini, orang nomor dua di Negara Republik Indonesia itu mengaku, pemerintah pusat telah berkomitmen pembangunan akan merata hingga ke daerah.

“Komitmen kami (pemerintah pusat), ingin pembangunan tidak hanya Jawa sentris, tapi harus ada pemerataan Indonesia sentris,” ungkap Wapres RI, ketika memberikan sambutan di kegiatan pembukaan festival Legu Tara No Ate, di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate, Kamis (16/10).

Dirinya mengaku, dua hari di Provinsi Maluku Utara dengan mengunjungi beberapa kabupaten/kota, dalam rangka kunjungan kerja tersebut untuk memastikan program pemerintah pusat atau program Presiden Prabowo Subianto dijalan dengan baik oleh Pemerintah Daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten dan Kota.

“Program pusat dijalankan dengan baik oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota. Kami sebagai pembantu presiden, yang pasti ngin memastikan program-program presiden berjalan dengan baik,” katanya.

Untuk itu, Wapres Gibran meminta Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos agar terus mengawal program pusat, baik itu kesehatan gratis, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda dan pembangunan fisik lainnya.

“Jadi saya (Gibran) mohon ibu Gubernur agar program kesehatan gratis, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda dan pembangunan sifatnya fisik dikawal hingga terealisasi secara merata,” pintanya.

Saat ini, lanjut Wapres, Pemerintah Pusat berkomitmen mendukung perkembangan ekonomi daerah berbasis potensi lokal, salah satunya program koperasi merah putih. Apalagi saat ini sudah terbentuk 80 ribu Kopdes.

“Harapannya dapat meningkatkan ekonomi para petani dan nelayan serta membuka akses permodalan masyarakat desa,” jelasnya.

“Gubernur juga suda memberikan saya masukan dan sudah ditampung. Saya pulang akan tindaklanjuti dengan para Menteri. Intinya pembangunan harus merata. Doakan saya, agar selalu sehat bersama, sehingga kedepan saya balik ke Maluku Utara,” sambungnya mengakhiri. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *