Daerah  

Masyarakat Loloda Kepulauan Desak Bupati Halmahera Utara Copot Kepala Puskesmas dan KTU

Massa saat melakukan protes di Puskesmas Loloda Kepulauan. (Istimewa)
banner 120x600

TOBELO, iT – Ratusan massa dari Pemuda Peduli Kesehatan Kecamatan Loloda Kepulauan (Lokep), Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut), melaksanakan aksi demonstrasi di Puskesmas Dama, karena dianggap pelayanan kesehatan buruk.‎

‎Dalam aksi tersebut, massa secara tegas menilai pelayanan di Puskesmas Dama tidak becus dan mendesak Kepala Puskesmas (Kapus) serta Kepala Tata Usaha (KTU) agar angkat kaki dari wilayah Loloda Kepulauan.

‎Rilis yang diterima inilahtimur.com, massa datangi puskesmas menggunakan truk, membawa sound system dan spanduk berisi tuntutan keras, Selasa (7/4).

Kedatangan  massa juga meneriakkan desakan agar Kapus dan KTU segera dicopot, serta meminta tenaga medis asli daerah dikembalikan untuk melayani masyarakat.

‎Koordinator lapangan, Sahril Hi Abdullah, menegaskan aksi ini dipicu kekecewaan mendalam masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang dinilai amburadul.

“Pelayanan di sini tidak becus. Kami tidak mau lagi ada korban jiwa karena kelalaian dan buruknya pelayanan di Puskesmas Dama,” kata Sahril.

‎selain itu, ia meminta adanya evaluasi total terhadap seluruh tenaga medis, serta mendesak Kepala Puskesmas bertanggung jawab atas manajemen pelayanan yang dinilai gagal.

“Tenaga medis harus siap dan sigap melayani masyarakat, bukan justru lamban saat dibutuhkan,” tuturnya.

‎Keluhan serupa juga disampaikan warga Desa Salube, Risbullah Kasim, yang mengaku sering kekosongan stok obat di Puskesmas.

“Ini puskesmas, tapi obat sering tidak ada. Bagaimana masyarakat bisa dilayani dengan baik kalau obat saja kosong,” akunya  dengan kesal.

‎Massa aksi juga menuntut pertanggungjawaban atas meninggalnya warga Desa Dama dan Desa Salube yang diduga akibat pelayanan yang tidak maksimal.

‎Dalam tuntutannya, massa mendesak Dinas Kesehatan Halmahera Utara segera memutasikan Kepala Puskesmas Dama, meningkatkan mutu pelayanan, menyediakan obat dan fasilitas kesehatan, serta memprioritaskan tenaga medis dari Loloda Kepulauan.

‎Tak hanya itu, massa juga meminta Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Utara segera mengambil langkah tegas dengan mencopot Kapus dan KTU.

Massa menegaskan, jika tuntutan ini tidak direspons, aksi lanjutan dengan skala lebih besar akan kembali dilakukan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *