Hukrim  

Polda Gelar Trauma Healing Anak-Anak Pascakonflik di Halmahera Tengah

Tim Psikologi Polda, Dansat dan Kapolres, AKBP Fiat Dedawanto, berinteraksi langsung dengan anak-anak.(Dok.Humas Polda).
banner 120x600

WEDA, iT- Tim Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut), melaksanakan kegiatan trauma healing (pemulihan) bagi anak-anak di wilayah terdampak di lokasi pascakonflik Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Malut beberapa hari lalu.

Di tengah situasi pascakonflik yang menyisakan trauma, kehadiran Polri menjadi harapan baru bagi anak-anak terdampak. Melalui sentuhan humanis, tim Psikologi Biro SDM Polda Maluku Utara bersama dengan Dansat Brimob dan Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Fiat Dedawanto, melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak di wilayah terdampak, menghadirkan keceriaan di tengah keterbatasan.

Kegiatan yang berlangsung dengan suasana hangat tersebut diisi dengan berbagai pendekatan psikologis yang menyenangkan, mulai dari permainan, interaksi langsung hingga pemberian bingkisan kepada anak-anak. Tawa dan senyum mulai kembali terlihat, menggantikan rasa takut yang sebelumnya membekas akibat situasi yang mereka alami.

Dalam momen tersebut, personel Polri tampak membaur tanpa sekat, duduk bersama anak-anak, bercanda, dan memberikan perhatian khusus guna memulihkan kondisi psikologis mereka secara perlahan. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam membantu anak-anak kembali merasa aman dan nyaman.

Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Polisi Wahyu Istanto Bram menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi kelompok rentan dalam situasi konflik.

Trauma healing ini kami lakukan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak, agar mereka dapat kembali ceria dan menjalani aktivitas seperti sediakala. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pemulihan mental masyarakat,” ucapnya, Senin (6/4).

Wahyu menegaskan, sinergi antara Polri dan berbagai pihak akan terus dilakukan guna memastikan masyarakat, khususnya anak-anak, dapat bangkit dari kondisi sulit pascakonflik. Juru bicara Polda Maluku Utara itu mengaku, melalui kegiatan ini, diharapkan luka batin yang dialami anak-anak dapat berangsur pulih.

“Kehadiran Polri pun diharapkan mampu menjadi simbol perlindungan dan rasa aman, sekaligus sahabat bagi masyarakat dalam setiap situasi,” ujarnya.

“Di balik seragam yang tegas, tersimpan kepedulian yang tulus. Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai penguat harapan bagi generasi masa depan,” sambung Wahyu. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *