Hukrim  

Pimpin Gelar Operasional, Kapolda Maluku Utara Menekankan Lima Poin Penting

Kapolda, Irjen Polisi Waris Agono, saat pimpin gelar Operasional triwulan I tahun 2026.(Dok.Humas Polda).
banner 120x600

TERNATE, iT- Polda Maluku Utara (Malut), melaksanakan gelar Operasional triwulan I tahun 2026 untuk menganalisis dan evaluasi hingga menekankan lima poin penting terhadap pelaksanaan tugas selama triwulan I yang dilaksanakan di Muara Hotel Ternate.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Polisi Waris Agono menyatakan, gelar operasional ini merupakan momentum penting untuk melaksanakan analisa dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas selama Triwulan I tahun 2026, sekaligus sebagai sarana merumuskan langkah-langkah strategis ke depan guna meningkatkan kinerja satuan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif..

“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi gangguan kamtibmas, jumlah kejadian pada triwulan I tahun 2026 mengalami peningkatan dibandingkan triwulan IV tahun 2025. Sementara penyelesaian perkara mengalami penurunan,” jelasnya dalam sambutan, Rabu (15/3).

Menurutnya, hal ini menjadi perhatian serius bagi kita semua untuk meningkatkan efektivitas kinerja, baik dalam aspek pencegahan maupun penegakan hukum. Selain itu, kondisi geografis Maluku Utara yang rawan bencana, seperti gempa bumi, banjir dan tanah longsor, serta potensi konflik sosial di beberapa wilayah, menuntut kita untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan.

“Bahkan, di beberapa daerah masih terdapat potensi konflik berupa perang antar kampung yang dapat berkembang menjadi isu SARA, apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat,” harapnya.

“Oleh karena itu, diperlukan sinergitas yang kuat antara Polri-TNI, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam setiap tahapan penanganan, baik pra kejadian, saat kejadian, maupun pascankejadian,” sambungnya.

Mantan Wakapolda Sulawesi Tenggara itu juga menyampaikan, di sisi lain kehadiran Polri di tengah masyarakat harus benar-benar dirasakan, tidak hanya secara fisik, tetapi juga melalui pelayanan yang cepat, sikap yang humanis serta tindakan yang memberikan rasa aman dan keadilan.

Saya menekankan kepada seluruh jajaran agar:

1. Mengoptimalkan deteksi dini dan langkah preventif guna mencegah gangguan kamtibmas, termasuk potensi konflik sosial dan perang antar kampung.

2. Meningkatkan sinergitas dan koordinasi lintas instansi dalam penanganan bencana maupun konflik sosial.

3. Merespon setiap kejadian secara cepat, tepat, dan terkoordinasi guna mencegah eskalasi yang lebih luas.

4. Melaksanakan tugas secara profesional dengan mengedepankan pendekatan humanis serta menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia.

5. Mengutamakan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas, serta melaksanakan setiap tindakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan. Semoga pengabdian yang kita laksanakan dengan penuh keikhlasan ini menjadi amal ibadah di hadapan Tuhan Yang Maha Esa,” ucap menutup.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *