TERNATE, iT- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate komitmen menyiapakan transformasi pengelolaan sampah dari Depo Transfer ke Depo Olah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penanganan sampah yang masih bertumpu pada pola lama yakni, angkut dan buang, yang membuat volume sampah terus meningkat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate.
Untuk itu, enam Depo Transfer yang tersebar di beberapa Kecamatan hanya berfungsi sebagai titik kumpul sebelum sampah diangkut ke TPA Takome, menumpuk tanpa ada proses pengolahan dan reduksi. Menyikapi itu, DLH Kota Ternate kini menyiapkan transformasi besar dengan menjadikan Depo Transfer sebagai Depo Olah.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Ternate, Syarif Tjan menyatakan, enam Depo Transfer akan ditingkatkan fungsinya menjadi mini pabrik pengolahan sampah. Di setiap Depo Olah, sampah organik akan diubah menjadi kompos dan pakan maggot. Sementara sampah anorganik yang sulit dipilah akan dimanfaatkan menjadi bahan baku briket, paving block, dan batako. Dengan begitu, sampah tidak lagi berakhir sia-sia, tapi bernilai guna.
Lanjutnya, langkah ini sejalan dengan salah satu program prioritas Walikota Ternate, yakni peningkatan pengolahan sampah secara partisipatif. Program ini, kata dia, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah sejak dari rumah tangga.
Dengan konsep Depo Olah, sambungnya, DLH berupaya menghadirkan ruang partisipasi warga secara nyata-sampah rumah tangga yang sudah dipilah akan lebih mudah diolah dan memberi manfaat langsung. “Kalau sehari 10 ton yang masuk di Depo Transfer maka paling tidak 1 ton saja yang di bawa ke TPA sebagai residu. Semua ini tidak bisa berhasil tanpa dukungan penuh masyarakat,” ucapnya, Rabu (1/10).
Kata dia, saat ini pihaknya memulai dari Depo Transfer Tubo menjadi percontohan dengan pembangunan rumah Maggot sebagai langkah awal. Menurutnya, masyarakat tidak lagi melihat sampah sebagai sumber masalah, tapi sebagai sumber daya. “Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, Kota Ternate diyakini mampu menjadi contoh kota Pulau dengan sistem pengelolaan sampah modern dan ramah lingkungan,” tandasnya. (red).
















