Hukrim  

Marak Kasus Bundir, FKUB Maluku Utara Serukan Pesan Kemanusian

FKUB Maluku Utara saat berkunjung ke Mapolda Malut.(istimewa).
banner 120x600

TERNATE,iT Peningkatan kasus bunuh diri (Bundir) di Maluku Utara (Malut) menjadi perhatian mendalam dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Malut.

Ketua FKUB Maluku Utara, Adnan Mahmud menyampaikan, kepada seluruh masyarakat untuk lebih peduli dan terbuka dalam menghadapi permasalahan hidup.


Kata dia, setiap manusia berharga dan tidak sendirian dalam menghadapi cobaan.

“Pertama, jangan pendam masalah sendiri. Bicarakan dengan keluarga, sahabat, atau pihak yang bisa dipercaya,”sarannya saat berkunjung ke Mapolda Malut, Senin (14/4).

Adnan menjelaskan, setiap agama melarang tindakan bunuh diri karena kehidupan adalah anugerah yang diberikan Tuhan. Dalam setiap agama, lanjutnya, terdapat ajaran tentang pentingnya menjaga kehidupan dan mencari solusi dalam menghadapi ujian.

“Setiap agama sesungguhnya melarang bunuh diri. Tuhan selalu memberi jalan keluar dalam setiap ujian dan cobaan. Hidup itu lebih berharga dari masalah,”ucapnya.

Ia menyatakan, masyarakat untuk tidak membiarkan rasa putus asa mengambil alih masa depan. Menurut Adnan, harapan akan selalu ada selama kita membuka ruang untuk saling mendengar dan mendampingi.

“Jangan biarkan keputusasaan dalam mengambil masa depanmu. Kami di FKUB siap membantu. Hubungi bhabinkamtibmas atau polres terdekat jika butuh tempat curhat atau solusi terhadap masalah yang dihadapi,”harapnya.

Dia juga mengajak masyarakat Maluku Utara untuk menjadi penyambung harapan dan pelindung bagi sesama. Ia mengingatkan, pentingnya menjadi pendengar bagi orang-orang disekitar, karena bisa jadi perhatian kecil menjadi penyelamat nyawa.

“Hidup adalah anugerah. Karena itu, jangan akhiri. Hadapi bersama dan carikan solusi secara bersama-sama,”pungkasnya.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *