Hukrim  

Polres Selidiki Penyebab Kebakaran Gedung SMAN 7 Ternate

Gedung SMA Negeri 7 Ternate di Pulau Moti yang terbakar.(Dok.istimewa).
banner 120x600

TERNATE, iT- Polres Ternate, Maluku Utara (Malut) mulai selidiki penyebab kebakaran gedung Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 7 Kota Ternate yang berlokasi di Kelurahan Takofi, Kecamatan Pulau Moti, sekitar pukul 22.30 WIT pada, Senin (4/5) malam.

Kasi Humas Polres Ternate, Ipda Sudirjo menjelaskan, Polres telah mengambil langkah-langkah penanganan dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi (police line), mengumpulkan bahan keterangan dari para saksi, serta membuat laporan resmi.

“Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” ucapnya, Selasa (5/5).

Ia menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui oleh warga setempat yang melihat adanya cahaya api dari dalam salah satu ruangan sekolah. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke beberapa ruangan lainnya.

Berdasarkan keterangan saksi, Yusuf Gani (51 tahun) selaju seorang nelayan warga Kelurahan Takofi, sekitar pukul 22.40 WIT. Ia melihat cahaya api dari dalam sekolah.

“Saat di dekati, api telah membesar sehingga segera meminta bantuan warga untuk memadamkan kobaran api,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 07 Ternate, Rukyah Taher mengaku, menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 22.30 WIT. Ia kemudian langsung menuju lokasi dan mendapati api sudah menjalar ke sejumlah ruangan, termasuk ruang guru, ruang kepala sekolah, dan ruang bendahara.

Senada dengan saksi lainnya, Samsudin Taib (45 tahun) selaku operator sekolah menyampaikan, mengetahui kejadian tersebut melalui pengumuman di masjid sekitar pukul 23.45 WIT, kemudian segera menuju lokasi dan melihat api telah meluas.

Warga setempat berupaya memadamkan api secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya sejak sekitar pukul 23.40 WIT. Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 01.30 WIT.

Kata dia, akibat kejadian tersebut, beberapa fasilitas sekolah yang terbakar meliputi ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang bendahara, serta ruangan yang tidak terpakai.

“Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” pungkasnya.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *