WEDA, iT- Seorang petani berinsial AA alias Ali (65 tahun) sebagai petani warga Desa Bobane Jaya, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara (Malut), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tewas mengenaskan di area perkebunan diduga dibunuh oleh orang tidak dikenal (OTK) pada, Kamis (2/4).
Informasi yang dihimpun media ini, Pria lansia ini diduga dibunuh oleh orang tidak dikenal (OTK) saat korban pergi ke kebunnya mengecek pohon pala miliknya, pukul 10.00 WIT. Tetapi hingga pukul 18.50 WIT jelang Magrib, korban belum juga pulang ke rumah. Tak kembalinya korban tersebut, kelurganya langsung menyusulnya. Dalam perjalanan menuju kebun, ditemukan sejumlah kejanggalan. Yakni ranjau dari bambu yang diruncing diduga milik OTK dipasang sepanjang jalan menuju kebun korban.
Karena kondisi semakin gelap, keluarga korban memilih kembali ke kampung agar memberitahukan masyarakat. Setelah memberitahukan, keluarga korban dan masyarakat kembali ke kebun mencari korban. Dari situ, korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di sebuah jurang dekat kebunnya, sekitar pukul 22.30 WIT. Bahkan tubuh kornan dipenuhi dengan darah akibat luka sabetan parang secara brutal yang dilakukan OTK.
Salah satu warga dan juga anggota BPD Desa Bobane Jaya, Aswar Ismail saat di konfirmasi via telepon membenarkan peristiwa dugaan pembunuhan terhadap korban. “Benar kejadian ini, semalam kami temukan korban tak bernyawa di kebun karena diduga dibunuh oleh OTK,” katanya, Jumat (3/4).
Kata dia, dengan kejadian ini masyarakat Bobane Jaya, Banemo dan Bobane Indah menyerang masyarakat Desa Sebenpopo. “Dugaan kami pelakunya dari Desa tersebut. Dugaannya desa tersebut karena pembunuhan ini bukan di hutan barantara, tapi belakang kampung atau masih area perkembunan warga. Di lokasi pembunuhan kami temukan benda tajam lainya, tidak hanya mendapatkan ranjau bambu yang tajam,” tegasnya.
Aswar mengatakan, dengan penyerangan tiga Desa ini terlihat satu rumah terbakar oleh massa. “Harapan kami (masyarakat) di desa tiga kepada kepolisian Polres Halmahera Tengah agar mengungkap pelaku pembunuhan ini. Karena kejadian ini bukan baru kali pertama, tapi sudah dua kali kejadian dan pelakunya tak diungkap oleh kepolisian. Kejadian kedua kali ini, lebih parah karena korban di cincang,” kesalnya.
Sementara, Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Fiat Dedawanto, dikonfirmasi atas kejadian tersebut, namun belum merespons hingga berita ini dipublikasi. (red)
















