Hukrim  

Wagub Sarbin Akui Kapolda Waris Catatkan Sejarah Baru di Maluku Utara

Saat Wakil gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, memberikan sambutan peletakan batu pembangunan gedung SPKT Polda Malut.(Dok.Humas Polda).
banner 120x600

SOFIFI, iT- Wakil gubernur Maluku Utara (Malut), Sarbin Sehe mengakui, Irjen Waris Agono merupakan sosok Polisi yang akan selalu dirindukan karena memiliki tekad bulat dengan memindahkan aktivitas Polda dari Kota Ternate ke Sofifi.

Menurutnya, perpindahan aktivitas Polda dari Ternate ke Sofifi merupakan satu hal yang sangat sulit namun mampu dilaksanakan sehingga dapat merubah wajah ibu kota dengan kehadiran anggota Kepolisian.

“Hari ini adalah hari ulang tahun Kapolda sekaligus hari terkahir beliau melaksanakan tugas di Maluku Utara. Tapi dari jiwa dan tekad beliau, sehingga hari ini wajah ibu kota berubah dari hari-hari sebelumnya,” ujar dalam sambutan saat peletakan batu pertama pembangunan gedung kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Maluku Utara di Sofifi, Selasa, (28/4).

Ia menyatakan, Irjen Waris juga mencatat sejarah terbaik dalam melaksanakan tugas menjadi Kapolda Maluku Utara terutama dalam penanganan konflik dua desa antara Sibenpopo dan Banemo di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).

“Pak Kapolda ini catatkan sejarah baru di Maluku Utara, bagaimana tidak, masalah di Patani yang hari Jumat sempat ricuh. Tapi pada keesokan harinya tepat hari sabtu semua warga sudah saling berpelukan dan saling memaafkan satu dengan yang lain,” katanya.

Sarbin menyampaikan, meskipun hari terakhir menjabat sebagai Kapolda, berharap agar kasus atau masalah dua desa di Patani dapat terselesaikan secara cepat karena sudah terjadi cukup lama.

“Semoga dengan berakhir penugasan di Polri khususnya di Maluku Utara, kasus Sibenpopo dan Banemo dapat diselesaikan secara jelas,” harapnya.

Sementara itu, Kapolda Maluku Utara, Irjen Polisi Waris Agono mengakui, Maluku Utara memiliki catatan khusus terutama saat mengambil sikap untuk meminda aktivitas Polda dari Ternate ke Sofifi.

Jenderal bintang dua itu mengatakan, saat bertugas di Maluku Utara sempat menghadapi beberapa permasalahan mulai dari masalah pertambangan di STS, Position hingga masalah antara Banemo dan Sibenpopo.

“Alhamdulillah berbagai masalah yang terjadi dapat kita lalui bersama dengan bersinergi antara satu dengan yang lain,” katanya dalam sambutan.

Mantan Wakapolda Sulawesi Tenggara itu berharap dengan dibangunnya gedung SPKT ini, kedepan pelayanan masyarakat di Polda Maluku Utara bisa lebih ditingkatkan sehingga keberadaan Polri di tengah-tengah masyarakat dapat dirasakan.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *