Hukrim  

Dorong Ketahanan Pangan, Polres Ternate Panen Perdana Tanaman Hidroponik

Kapolres Ternate, AKBP Niko Irawan didampingi Wakapolres Kompol Riki Arinanda dan Kadis Pertanian Kota Ternate, Thamrin Marsaoly saat melakukan panen perdana tanaman hidroponik. (istimewa)
banner 120x600

TERNATE,iT- Kepolisian Resor (Polres) Ternate bersama Dinas Pertanian Kota Ternate akhirnya melakukan panen perdana tanaman hidroponik.

Panen perdana ini, dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, dalam hal program Presiden Prabowo.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Ternate, AKBP Niko Irawan didampingi Wakapolres Kompol Riki Arinanda dan Kadi his Pertanian Kota Ternate, Thamrin Marsaoly serta pejabat utama Polres Ternate.

Kapolres Ternate, AKBP Niko Irawan, melalui Kasi Humas, AKP Umar Kombong, mengatakan, panen ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah yang mewujudkan ketahanan pangan nasional. Dengan memanfaatkan lahan terbatas, Polres Ternate berhasil mengembangkan tanaman hidroponik sebagai solusi inovatif dalam pertanian perkotaan.

“Tanaman hidroponik memungkinkan pertumbuhan tanaman yang lebih cepat dan efisien dibandingkan metode konvensional, serta dapat diterapkan di berbagai lingkungan perkotaan yang minim lahan,” ungkapnya, Rabu (22/1).

Menurutnya, tanaman yang dipanen berjenis pakcoy atau sawi daging berjumlah 703 tanaman. Tanaman ini dipilih karena memiliki gizi yang tinggi dan proses budidaya yang relatif mudah. Makanya, panen ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam pemanfaatan lahan sempit untuk pertanian berkelanjutan di Kota.

Selain itu, Umar bilang, panen ini juga dapat menjadi contoh bagi Polsek jajaran dalam menerapkan teknologi pertanian moderen guna mendukung ketahanan pangan.”Kami harap ini menjadi contoh, karena perdana. Untuk itu harapan besar Polsek jajaran dapat memanfaatkan lingkungan dalam mendukung program nasional,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *